Tribun Lampung Selatan

Kementerian Kelautan dan Perikanan Akan Kembangkan Tambak Kluster untuk Percontohan di Ketapang

Kabupaten Lampung Selatan masuk rencana pengembangan budidaya tambak udang dengan sistem kluster.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Selatan, Meizar Melanesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan Akan Kembangkan Tambak Kluster untuk Percontohan di Ketapang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Kabupaten Lampung Selatan masuk rencana pengembangan budidaya tambak udang dengan sistem kluster.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berencana membuat tambak sistem kluster untuk percontohan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Selatan, Meizar Melanesia mengatakan, pengembangan budidaya tambak sistem kluster ini menyerupai pengembangan minapolitan.

Rencananya, kata dia, untuk percontohan sistem ini akan dikembangkan di wilayah Kecamatan Ketapang oleh KKP dengan luas sekira 5 hektar.

“Kemarin pak Dirjen pun sudah datang untuk meninjau langsung ke lokasi yang nantinya akan dijadikan tambak sistem kluster,” ujarnya kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (21/6/2020).

Menurut Meizar, pada tambak sistem kluster ini nantinya akan melibatkan banyak pihak dalam mendukung infratrukturnya.

Kronologi Tim SAR Gabungan Temukan 3 dari 10 Penumpang Kapal Tenggelam, yang Hilang

 Basarnas Temukan 3 Korban Kapal Tenggelam di Selat Sunda, Total 9 Orang Selamat

 Pasien Positif Corona di Lampung Tambah 8 hingga Sabtu, 20 Juni 2020, 1 Orang Pernah ke Palembang

 Honda Mobilio Tabrak Pantat Truk Fuso di Tol Lampung, 2 Orang Meninggal Dunia

Nantinya, kata dia, PUPR akan terlibat dalam pembuatan akses jalan dan perbaikan jaringan air, dan juga nanti akan ada jaringan listrik dari PLN.

Lokasi untuk pengembangan tambak kluster di Kecamatan Ketapang ini, lanjutnya, masuk dalam daerah kawasan hutan mangrove.

Ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas Kehutanan Lampung.

“Nantinya sistem kluster ini akan jadi percontohan. Kedepan ini akan dikembangkan pada tambak tradisional masyarakat di pesisir pantai timur di Kecamatan Ketapang dan Sragi,” kata Meizar.

Ia mengatakan, pengembangan sistem kluster ini juga menjadi upaya untuk mempertahankan budidaya udang oleh masyarakat di pesisir pantai timur.

Saat ini, ujar Meizar, kondisi tambak di pesisir pantai timur ini mulai mengalami masalah.

Kondisi air yang kurang baik, serta lahan tambak yang mulai bermasalah membuat produksi udang terus mengalami penurunan, karena kerap ada hama yang menyerang udang. 

“Saat ini sudah mulai ada masalah. Ini yang coba nantinya akan diatasi dengan sistem tambak kluster ini. Karena kalau tidak dibantu, para petani petambak kita tentu akan kesulitan kedepannya,” ujar Meizar. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved