Video Berita
VIDEO Akibat Ngantuk Berat, Pria Ini Ketiduran hingga Terkunci di KRL
Seorang pemuda bernama Abdul (23), terkunci di dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Stasiun Bekasi. Kejadian ini sontak membuatnya panik
Penulis: Bambang Irawan | Editor: Daniel Tri Hardanto
Petaka tiba ketika Abdul tak kuasa menahan kantuk, kondisi ini terjadi setelah KRL tiba di Stasiun Buaran.
"Sebelum ketiduran di Stasiun Buaran penumpangnya tuh emang udah tinggal beberapa orang, kaya tinggal dua tiga orang."
Abdul yang duduk di gerbong 9, saat itu asik mengenakan earphone yang tersambung dengan ponselnya, ia tak sadar lama kelamaan hanyut dalam lelap.
"Di gerbong 9 itu sebelum ketiduran saya udah enggak lihat petugasnya juga, nah abis itutuh saya ketiduran selepas Stasiun Buaran," ungkapnya.
Jarak antara Buaran dan Bekasi yang terpaut hanya tiga pemberhetian, membuat Abdul tak sadar sudah tiba di stasiun tujuan.
Dia mulai terbangun karena merasa, kereta yang dia tumpangi tak kunjung jalan. Hal ini lantaran KRL sudah tiba di Stasiun Bekasi.
"Saya mulai bangun karena merasa keretanya kok berenti lama, saya langsung lihat ke jendela dan ternyata emang udah sampai stasiun Bekasi," tuturnya.
Abdul yang baru sadar dari lelap bergegas menuju pintu keluar, kecurigaan mulai ia sadari lantaran, seluruh pintu tertutup rapat.
Tidak seperti biasanya, jika KRL tiba di setiap stasiun, pintu keluar akan tebuka secara otomatis. Kepanikan terus menyelimuti dirinya, dia melihat kesekeliling tak ada satupun penumpang di kereta yang ia tumpangi.
"Di situ udah panik sih, terus yauda saya tekan tombol emergensi disitukan, saya pencet itukan harusnya nyambung ke masinis tapi enggak ada yang nyaut," ungkapnya.
"Udah 20 menitan, udah telfon call centre (pusat panggilan) KCI (Kereta Commuter Indonesia) tapi enggak ada yang ngangkat, terus yauda saya posting video itu ke akun twitter," terangnya.
Beruntung usahanya menghubungi pihak Commuterline berhasil, selang beberapa menit kemudian seorang petugas datang dan mengetuk pintu gerbong 9.
"Akhirnya ada petugas controling peron, dia gedor-gedor pintu, lalu dia menyuruh saya jalan ke gerbong paling ujung ke arah masinis terus dibukain dari situ pintunya," ucapnya.
Pengalaman ini merupakan yang pertama baginya, dia juga mengaku baru pertama kali naik kereta jadwal pemberangkatan terakhir seperti ini.
"Baru pertama kali sih naik kereta terakhir dan memang agak kemaleman juga kemarin, saya enggak setiap hari naik kereta, karena kemarin lagi main aja," terangnya.
Dia berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali baik ke dirinya atau ke penumpang lain.
Petugas juga diharapkan dapat melakukan pengecekan secara teliti sebelum kereta tiba di stasiun terakhir.
Artikel ini telah tayang di Grid.ID
Videografer Tribunlampung/Bambang Irawan