Tribun Bandar Lampung
Anak Buruh Serabutan Asal OKU Jadi Mahasiswa Terbaik Unila, Yulina Ingin Angkat Derajat Keluarga
Peraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,84 tersebut menjalani masa studinya selama 3,4 tahun dan didaulat sebagai mahasiswa terbaik tingkat Unila.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 1.591 mahasiswa Universitas Lampung (Unila) dinyatakan lulus dan menyandang gelar sarjana strata 1 (S-1).
Sebelum masuk ke GSG Unila, Rabu (24/6/2020) semua peserta termasuk Rektor Unila Prof Karomani menjalani pemeriksaan ptotokol kesehatan terlebih dahulu.
Dengan menggunakan thermal gun petugas yang berjaga di depan pintu masuk GSG memeriksakan suhu tubuh para tamu undangan.
Hand sanitizer tersebut juga telah disediakan oleh panitia wisuda, setelah diperiksa maka diperbolehkan masuk ke lokasi prosesi wisuda.
Hanya 50 orang wisudawan terbaik saja yang diperbolehkan masuk sesuai ketentuan yang berlaku dan sisanya menggunakan virtual online zoom.
Salah satunya wisudawan terbaik Unila, Yulina Winda Rahma dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP berkaca-kaca menyaksikan wisuda dengan virtual tersebut.
• Kisah Suhadi Membangun Kelompok Peternakan Sapi di Lamsel, Bentuk Badan Usaha hingga Jadi Mitra
• Jubir Covid-19 Bandar Lampung Tegaskan 16 Warga yang Positif Corona di Panjang Bukan Klaster
• Melongok Keindahan Pantai Gunung Kunyit, Gundukan Pasir yang Mendadak Viral
Peraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,84 tersebut menjalani masa studinya selama 3,4 tahun dan didaulat sebagai mahasiswa terbaik tingkat Unila.
Kepada Tribunlampung dara manis yang hobinya membaca novel ini menceritakan kalau dirinya bangga bisa mendapatkan prestasi yang gemilang ini.
"Saya berada dititik ini atas bantuan dari semua orang dan izin dari Allah SWT. Saya ingin membanggakan orangtua saya pastinya,"kata mahasiswi asal Baturaja OKU Sumatera Selatan ini.
Diakuinya ayahandanya hanya seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu dan sang ibu hanya ibu rumah tangga.
"Kalau dulu ayah itu ngojek dan selesai 2013, tapi sekarang ini dia lebih suka disuruh orang untuk membersihkan kebun-kebun pisang dan kebun lainnya," kata alumni SMAN 4 OKU Sumatera Selatan ini.
Dengan masuk Unila melalui jalur SNMPTN undangan dengan program Bidikmisi dirinya ingin mengangkat derajat kedua orangtua beserta keluarga besarnya.
Dirinya mempunyai tanggung jawab kepada negara dan belajar juga harus ditingkatkan setiap semesternya.
Karena beasiswa Bidikmisi itu nilainya tidak boleh menurun dan itulah menjadi motivasinya agar tidak mempermalukan negara.