Berita Nasional

Kata Epidemiolog soal Indonesia Jadi Hotspot Baru Wabah Corona Dunia

Indonesia disebut mendekam di peringkat ke-163 dengan hanya melakukan 2.193 tes per 1 juta orang.

(KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)
Suasana kemacetan di Sembalun, Lombok saat new normal di masa pandemi corona. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penanganan pandemi virus corona di Indonesia mendapatkan kritikan dari sejumlah pihak, salah satunya datang dari media Australia.

Dalam laporan Sydney Morning Herald (SHM) 19 Juni 2020, Indonesia bahkan disebut akan menjadi hotspot atau pusat wabah virus tersebut di dunia.

"The world's next coronavirus hotspot is emerging next door," tulis SHMP.

 

Selain hal di atas, mereka juga mengkritisi tingkat tes Covid-19 di Indonesia yang sangat rendah dan tingkat kematian yang proporsional tinggi.

Indonesia disebut mendekam di peringkat ke-163 dengan hanya melakukan 2.193 tes per 1 juta orang.

Engku Emran Tak Pakai Lagi Foto Istri di Profil, sebelumnya Laudya Cynthia Bella Hapus Foto Suami

UPDATE Corona di Indonesia - 49.009 Positif, 19.658 Sembuh, dan 2.573 Meninggal

Bayi dan Ayah Ibunya Positif Covid-19, Ledakan 16 Kasus Corona Satu Keluarga di Panjang

Memang bisa jadi hotspot

Lantas bagaimana tanggapan epidemiolog?

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad menilai bahwa Indonesia memang bisa menjadi hotspot virus corona berikutnya di dunia.

"Ya memang bisa (jadi hotspot), bila masyarakat tetap tidak patuh protokol kesehatan, kita akan jadi hotspot di dunia karena penularan meluas," kata Riris saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, semua kemungkinan itu ada, namun yang menentukan dapat terjadi atau tidak hanyalah kepatuhan dari masyarakat itu sendiri.

Kemudian, lanjut dia, masyarakat juga sekaligus sebagai pemilik risiko apabila nantinya tertular virus corona atau Covid-19.

"Pada akhirnya, pemilik risiko itu setiap individu.

Semua orang akan tertular kalau masing-masing tidak berkontribusi," jelas Riris.

Sebaliknya, apabila pasien yang sebelumnya terinfeksi virus corona bisa sembuh, maka itu adalah buah dari kontribusi.

Penanganan masih jauh dari ideal

Saat disinggung mengenai penanganan virus corona di Indonesia sejauh ini, Riris menyatakan masih belum maksimal dan jauh dari ideal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved