Penyerangan Rumah Warga di Lamteng
Tetangga IRT di Lampung Tengah Takut Keluar Rumah karena Dengar Suara Orang Teriak-teriak
Sejumlah tetangga korban di Kampung Negara Bumi Ilir mendengar adanya aksi penyerangan terhadap rumah Jainah.
Penulis: syamsiralam | Editor: Noval Andriansyah
Setelah sejumlah orang memasuki rumahnya, Jainah dan dua orang anaknya mengunci diri dan bersembunyi ke dalam kamar.
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Anak Tuha melapor ke Satreskrim Polres Lampung Tengah. Korban mengaku terintimidasi atas perbuatan sejumlah orang yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (28/6/2020), dan melakukan pengancaman disertai pengerusakan.
Korban juga mengaku mendengar suara letusan seperti senjata api (senpi).
"Saya cuma bisa berdoa sambil memeluk anak-anak saya."
"Dari luar (kamar) mereka terdengar masih mencari-cari suami saya."
"Terdengar seperti suara tembakan sebanyak dua kali di dalam rumah," kata Jainah, saat ditemui seusai melapor ke Mapolres Lamteng, Selasa (30/6/2020).
Setelah tak mendapatkan suaminya sebagai sasaran amuk, sejumlah orang yang datang lanjutnya terdengar merusak sejumlah barang di dalam rumah korban.
Tak berapa lama setelah para pelaku pergi dari rumahnya, korban kemudian keluar kamar dan melihat sejumlah perabotan seperti lemari, meja, kursi dirusak para pelaku.
Jainah lalu meminta pertolongan kepada kerabatnya, dan Senin (29/6/2020) ia didampingi dua kerabatnya melaporkan peristiwa penyerangan dan pengerusakan rumah kepada Satreskrim Polres Lamteng dengan nomor laporan : LP/ 770-B/6/2020/Polda Lampung/Res Lamteng, tanggal 29 Juni 2020.
Rumah Diserang
Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kecamatan Anak Tuha melapor ke Satreskrim Polres Lampung Tengah.
Korban mengaku terintimidasi atas perbuatan sejumlah orang yang tiba-tiba mendatangi rumahnya di Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Minggu (28/6/2020), dan melakukan pengancaman disertai pengerusakan.
Kejadian itu menurut pelapor atas nama Jainah (33), saat ia bersama sang suami Aribun bersama tiga orang anaknya berada di dalam rumah sekira pukul 21.00 WIB.
Tiba-tiba, dari luar rumah terdengar suara teriakan.
"Tak berapa lama, kaca depan rumah saya terdengar pecah dipukul benda keras dan dilempar batu."
"Lalu saya melihat sejumlah orang masuk ke dalam rumah," kata Jainah ditemui usai melapor ke Mapolres Lamteng, Selasa (30/6/2020).