Universitas Lampung

Kolaborasi Satgas Covid-19 Unila Gelar Webinar dan Talk Show di Ruang Utama Lantai 2 Unila

Kolaborasi Satgas Covid-19 Unila-Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Lampung BEM FK UNILA-RECON Fakultas Kedokteran UNILA Mempersembahkan Webinar dan Talk

Tayang:
ist
Kolaborasi Satgas Covid-19 Unila-Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Lampung BEM FK UNILA-RECON Fakultas Kedokteran UNILA Mempersembahkan Webinar dan Talk Show Dengan Tema: New Normal: Sikap Positif Menghadapi Covid-19 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kolaborasi Satgas Covid-19 Unila-Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Lampung BEM FK UNILA-RECON Fakultas Kedokteran UNILA Mempersembahkan Webinar dan Talk Show Dengan Tema: New Normal: Sikap Positif Menghadapi Covid-19.

Berkolaborasi dengan Satgas Covid-19 Unila-Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Lampung, BEM FK UNILA-RECON Fakultas Kedokteran UNILA Menggelar Webinar dan Talk Show Dengan Tema New Normal: Sikap Positif Menghadapi Covid-19, pada Kamis (2/7/2020).
Kegiatan webinar ini dilaksanakan di ruang sidang utama lantai 2 Universitas Lampung.

Adapun selaku Keynote Speaker Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes dengan narasumber pada kegiatan ini Dr.dr. Reihana, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, kemudian dr. Agung Budi Prasetyo, Sp.PD., FINASIM., M.Kes selaku Ketua IDI Cabang Metro dan dr. Nila Sadrawati Tanjung, M.Kes selaku Ketua IDI Cabang Lampung Timur dan Moderator Dr.dr. Khairun Nisa Berawi, M.Kes yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Rektor Universitas Lampung Prof.Dr. Karomani, M.Si dalam sambutannya pada saar membuka acara ini mengatakan masa pandemi Covid-19 yang mana metode pembelajaran di perguruan tinggi pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori.

"Sedapat mungkin kampus tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 serta menjaga kesehatan dan keselamatan Mahasiswa, Dosen, Tenaga Kependidikan, Keluarga, Dan Masyarakat dengan tetap memenuhi hak belajar sampai dengan adanya arahan lebih lanjut dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19," terangnya.

Sehubungan dengan situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 yang secara bertahap menuju normal baru, Universitas Lampung melakukan berbagai upaya untuk mendorong agar proses Pendidikan secara bertahap dapat berjalan normal dengan tatanan baru.

Situasi Pandemi Covid-19 dimana kasus baru masih terus berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia membutuhkan perhatian khusus. Tetapi pemulihan berbagai sektor dengan proses pentahapan kembali ke kehidupan normal baru juga membutuhkan solusi segera.

"Sehingga Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga telah menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Ganjil 2020/2021," tambahnya.

Di Perguruan Tinggi, agar semua pentahapan pengembalian ke tatanan normal baru dapat dilaksanakan tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang mengutamakan kesehatan. Pada semua yang turut terlibat dalam proses pendidikan dan belajar mengajar dan juga wisuda daring yang telah dilaksanakan oleh Unila.

"Besar harapan saya, Universitas Lampung dapat melakukan koordinasi dan pelaporan berkesinambungan berkerjasama dengan gugus tugas khususnya gugus tugas wilayah Provinsi Lampung terkait pelaksanaan proses Pendidikan pada masa pemulihan kehidupan normal baru ini sehingga prioritas untuk kesehatan dan keamanan semua yang terlibat dalam proses pendidikan dan masyarakat sekitarnya ini dapat diwujudkan," tandasnya.

Sementara Dr.dr. Asep Sukohar, M.Kes selaku Keynote Speaker dalam paparannya terkait peran perguruan tinggi untuk mengimplementasikan new normal dimana pembelajaran di Perguruan Tinggi khususnya di Universitas Lampung dilakukan pengaturan ruang dan gedung diantaranya menyediakan tempat cuci tangan, terutama sebelum masuk ke dalam gedung.

Menyediakan spray atau gel sanitizer di setiap ruangan dan lorong sebagai tambahan tempat cuci tangan. "Kemudian tanda jaga jarak minimal 2 meter (social distancing) tanda larangan sentuh, misalnya di pegangan tangga kemudian modifikasi pintu, jadi pintu bisa dibuka dengan menggunakan kaki dengan memasang handle kaki sebagai tambahan handle tangan," jelasnya.

Lalu memastikan pencahayaan ruangan dalam kondisi baik kemudian lanjutnya perlu dipikirkan juga terkait penyediaan alat bantu steril ruangan seperti alat UV. Kemudian setiap selesai melakukan kegiatan ruangan dibersihkan.

"Di pel, disemprot spray, dan disinari alat UV Lalu memasang tanda ataupun gambar pengingat memakai APD, Social Distancing, dan Cuci tangan," tambahnya.

Kemudian untuk metode praktik atau psikomotor akan dilakukan modifikasi. Seperti mengaktifkan jumlah dan durasi waktu pertemuan tatap muka, kemudian mengefektifkan jumlah dan durasi waktu dalam pertemuan tatap muka.

" Kemudian untuk mengefektifkan materi kompetensi yang wajib dicapai dengan proses tatap muka, jika peserta dalam ruangan melebihi 50% dari kapasitas ruangan maka akan diterapkan sistem shift," jelasnya.

Kemudian lanjutnya yang perlu juga dihindari kontak fisik pada saar proses belajar mengajar." Dan komunikasi verbal juga diminimalkan," tandasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved