Berita Nasional
Kisah Jenderal Hoegeng, Mantan Kapolri yang Selalu Naik Sepeda Onthel dan Tak Mau Dikawal
Mungkin tak banyak yang mengenal Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Beliau merupakan Kapolri pada Tahun 1968 hingga Tahun 1971.
Kisah Nani, Penjaga Makam Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso: Beliau Orangnya Baik
Nani Nisun penjaga makam di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kemang, Kabupaten Bogor, berbagi cerita merawat makam mantan Kapolri Jenderal (Purn) Drs Hoegeng Imam Santoso.
Nani Nisum menjelaskan bahwa dirinya telah dipercaya Yayasan Wredatama dan bekerja di TPBU Giri Tama sejak puluhan tahun yang lalu.
"Kalau saya bekerja sebagai penjaga makam itu dari tahun 1978. Dari tanah ini masih kosong. Saya bekerja di sini sudah lebih dari 30 tahun," ujarnya saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com, Selasa (30/6/2020).
Lebih lanjut, Nani Nisum menceritakan pengalamannya menjaga kebersihan makam Jenderal Hoegeng yang setiap harinya ramai didatangi para peziarah.
"Saya sangat senang dipercaya untuk menjaga kebersihan makam pak Hoegeng. Beliau orang baik, keluarganya juga sangat baik kepada semua orang. Termasuk kepada saya yang bertugas menjaga makam ini," jelasnya.
Tak hanya itu, ia pun mengaku beruntung lantaran sempat bertemu langsung dengan Jenderal Hoegeng ketika masih hidup dan datang ke TPBU Giri Tama.
"Yang saya kenal, ketika beliau datang ke sini, beliau itu orangnya sangat sederhana, merakyat. Ketika itu datang kesini berdua sama istrinya," paparnya.
"Baik sekali keluarganya. Bahkan saya pernah diajak ke rumahnya di Depok, Jawa Barat," tambahnya.
Nani mengatakan bahwa keluarga Hoegeng masih rutin untuk melakukan ziarah ke mantan Kapolri tersebut.
"Kalau untuk keluarga sih masih sering berziarah. Keluarga beliau sangat ramah dan baik sekali terhadap semua orang, mungkin karena kebaikan itu orang-orang banyak yang datang untuk mendoakannya," paparnya.
"Kalau keluarganya datang untuk berziarah setiap satu bulan sekali dan setiap tanggal 14," tambahnya.
Terkait kebersihan makam, Nani mengaku rutin membersihkan makam lantaran makam Hoegeng tidak pernah sepi dari peziarah.
"Saya setiap hari rutin untuk membersihkan makam ini. Soalnya setiap hari makam almarhum pak Hoegeng selalu ada yang beriziarah jadi kebersihannya harus terjaga," tandasnya.
Diketahui, Hoegeng Iman Santoso lahir di Pekalongan, Jawa Tengah 14 Oktober 1921 dan wafat di Jakarta 14 Juli 2004 di usianya yang ke-82.
Pesan 5 Makam
Jauh sebelum dirinya berpulang menghadap sang pencipta, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso telah memesan pemakaman di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kemang, Kabupaten Bogor.
Penjaga makam TPBU Giri Tama, Nani Nisun mengatakan, ketika itu Jenderal Hoegeng dan istrinya sengaja datang ke Giri Tama yang berlokasi di Jalan PWRI Tonjong, Kemang, Kabupaten Bogor.