Curhat Mantan Menteri Kabinet Kerja, Marwan Jafar Tak Pernah Lihat Jokowi Marah

Mantan Mendes PDTT Marwan Jafar berbagi cerita saat menjabat sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Marwan Jafar adalah Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) sejak tahun 2014 hingga 2016 di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Ia merupakan menteri pertama yang meletakkan fondasi bagi Kemendesa atau KDPDTT sejak nomenklaturnya diresmikan.

Mantan Mendes PDTT Marwan Jafar berbagi cerita saat menjabat sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selama bertugas menjadi menteri, ia selalu bekerja sama baik dengan Jokowi.

Bahkan, tak pernah sekalipun melihat Jokowi marah seperti saat mengetahui lonjakan angka penderita positif corona atau Covid-19.

Panen Udang Bersama Arinal, Menteri Kelautan Sebut Perikanan Lampung Luar Biasa

Kasus Corona Lewati China, Jokowi Didesak Turun Tangan

Rekor Baru, 127 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari

Bikin Djoko Tjandra Kabur, Brigjen Prasetijo Utomo Bisa Dikenakan Pasal Berlapis

"Beliau selalu detail memberi arahan. Tidak marah seperti kemarin. Saya juga kaget. Saya selama di kabinet tidak pernah melihat Pak Jokowi marah seperti kemarin," kata Marwan kepada Tribun Network.

Mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar saat berkunjung ke Pesawaran, Lampung, beberapa waktu lalu.
Mantan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar saat berkunjung ke Pesawaran, Lampung, beberapa waktu lalu. (tribun lampung)

Menurut Marwan, selama membantu Jokowi, ia tak pernah kena tegur.

Toh, kalau pun membahas persoalan, biasanya dibicarakan secara langsung.

"Menegur yang keras juga tidak pernah, paling kalau ada yang kurang tanya-tanya ini itu, atau langsung telepon dan tidak pernah marah-marah," ucap Marwan.

Namun, diakui Marwan, Jokowi adalah sosok yang detail, rinci, dan terukur.

Jokowi tidak suka dijelaskan dengan cara-cara membahas persoalan umum.

"Tapi lebih deteil pada permasalahan. Tidak pernah bicara misalnya soal geopolitik. Aplikatif lebih kepada permasalahan yang menjadi tanggung jawab menteri yang bersangkutan," tutur Marwan.

Jokowi kerap mengajak para menteri untuk kunjungan kerja ke luar kota.

Tujuannya, menurut Marwan, untuk meminta saran apa yang sekiranya harus dilakukan sesegera mungkin.

"Kalau kita diajak ke luar kota, minta saran saat kita tak diajak," sambungnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved