Breaking News:

Eksekusi Terpidana Fee Proyek Lampura

BREAKING NEWS Baru Hitungan Hari Mendekam di Rutan, Bupati Agung Diboyong ke Lapas Rajabasa

Agung dipindahkan ke Lapas Kelas I Bandar Lampung guna menjalani masa pidananya pasca divonis oleh Majelis Hakim.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Rutan Kelas I Bandar Lampung
Agung dipindahkan ke Lapas Rajabasa. BREAKING NEWS Baru Hitungan Hari Mendekam di Rutan, Bupati Agung Diboyong ke Lapas Rajabasa 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Belum genap seminggu mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandar Lampung, Bupati Nonaktif Lampura Agung Ilmu Mangkunegara diboyong ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung, Kamis 23 Juli 2020.

Agung dipindahkan ke Lapas Kelas I Bandar Lampung guna menjalani masa pidananya pasca divonis oleh Majelis Hakim dengan pidana hukuman penjara selama 7 tahun.

Informasi yang dihimpun, Agung dipindahkan ke Lapas Rajabasa (sebutan Lapas kelas I Bandar Lampung) tadi pagi.

Kepindahannya ini pun sangat mendadak dan hampir tidak ada yang mengetahui.

Sementara Syahbudin mantan Kadis PUPR Lampura, Raden Syahril dan Wan Hendri mantan Kasidag Lampura dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Kalianda.

TONTON JUGA:

Perpindahan keempat terpidana atas perkara suap fee proyek dilakukan pagi hari secara bersamaan.

Sebelumnya diberitakan, empat terpidana kasus suap fee proyek Lampung Utara, secara resmi dieksekusi Selasa (21/7/2020).

Dieksekusi di Rutan Way Huwi, Bupati Agung Tak Dendam ke Syahbudin

Kisah Pilu Korban Kebakaran di Jalan Tamin, Hanya Tersisa Puing Harta Benda Ludes Dilalap Api

BREAKING NEWS Truk Terguling di Simpang Urip Sumorharjo-Endro Suratmin, Ruas Bypass Macet

BREAKING NEWS Lagi, Kantor Pos di Bandar Lampung Dibobol Maling

Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) melalui jaksa eksekutor melaksanakan eksekusi terhadap empat terpidana, yakni Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) Bupati nonaktif Lampura, Raden Syahril paman AIM, Mantan Kadis PUPR Lampura Syahbudin, dan Mantan Kadisdag Lampura Wan Hendri.

Keempatnya pun bakal menjalani pidana setelah putusan Majelis Hakim berkekuatan hukum tetap, lantaran tidak ada upaya banding antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dengan keempat terpidana.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved