Breaking News:

Suap Proyek Lampung Utara

Dieksekusi di Rutan Way Huwi, Bupati Agung Tak Dendam ke Syahbudin

Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara bersama tiga terpidana perkara korupsi proyek infrastruktur telah resmi dieksekusi, Selasa (21/7

tribulampung.co.id/hanif mustafa
Bupati nonaktif Lampura Agung Ilmu Mangkunegara saat tiba di Rutan Way Huwi, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Terpidana korupsi proyek infrastruktur ini dieksekusi di Rutan Way Huwi. Sementara Syahbudin, Wan Hendri, dan Raden Syahril di Lapas Rajabasa. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara bersama tiga terpidana perkara korupsi proyek infrastruktur telah resmi dieksekusi, Selasa (21/7/2020).

Agung menghuni Rutan Kelas I Bandar Lampung atau Rutan Way Huwi.

Sementara ketiga rekannya, yakni Syahbudin, Wan Hendri, dan Raden Syahril menghuni Lapas Kelas I Bandar Lampung atau Lapas Rajabasa.

Sebenarnya Agung melalui pengacaranya Sopian Sitepu meminta agar ditahan di Lapas Rajabasa saja, agar bisa lebih dekat dengan keluarga.

Namun, karena pertimbangan pandemi corona, permintaan itu tidak bisa dipenuhi.

TONTON JUGA:

Pengacara Agung pun berencana mengajukan permohonan kembali agar Agung bisa ditahan di Lapas Rajabasa.

Bagaimana dengan kabar bahwa Syahbudin, yang menjabat Kadis PUPR semasa Agung menjadi bupati, tidak ingin satu lokasi dengan Agung dengan alasan kenyamanan dan faktor psikologis, sebagaimana diberitakan Tribun edisi Selasa 21 Juli 2020, dengan sumber dari pengacara Syahbudin yakni Pahrozi?

Melalui pengacaranya Sopian Sitepu, Agung juga menyampaikan agar Syahbudin tak perlu khawatir jika dirinya dipindah ke Lapas Kelas I Bandar Lampung.

Alasan Psikologis, Eks Kadis PUPR Lampura Enggan Jalani Pidana Bersama Agung Ilmu Mangkunegara

Syahbudin Kembalikan Kerugian Negara Rp 2 Miliar, Raden Syahril Rp 6 Juta

Keluarga Bupati Nonaktif Lampung Utara Tetap Ajukan Permohonan Jalani Masa Pidana di Lapas Rajabasa

Kronologi Curanmor di Tulangbawang oleh Istri Kedua Korban dan Sepupunya

Menurutnya, tidak ada sentimen lantaran persidangan dan perasaan tidak enak atas putusan majelis hakim.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved