Kasus Perdagangan Orang di Tuba

Muncikari SF Jajakan Anak di Bawah Umur Lewat Facebook, Ketemuan di Kontrakan Langsung Transaksi

SF (24), mengaku menjajakkan tiga anak di bawah umur kepada pria hidung belang melalui media sosial (medsos) Facebook.

Voices of Youth
Ilustrasi Prostitusi. Muncikari SF Jajakan Anak di Bawah Umur Lewat Facebook, Ketemuan di Kontrakan Langsung Transaksi 

MENGGALA, TRIBUN- SF (24), mengaku menjajakkan tiga anak di bawah umur kepada pria hidung belang melalui media sosial Facebook.

"Lewat (menjajakan) Facebook. Setelah ada komunikasi baru ketemuan di kontrakan, langsung transaksi," ungkap SF saat diinterogasi dalam ekspose yang digelar di Mapolres Tuba, Rabu (29/07).

SF merupakan muncikari dalam kasus perdagangan anak di bawah umur dan prostitusi online.

Dia merupakan warga Tiyuh Suka Jaya Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Dalam kasus ini, SF dibantu dan SU (27) warga Tiyuh Setia Agung Kecamayan Gunung Agung, Tubaba.

TONTON JUGA:

Korbannya ada tiga orang, insial M, L, dan F, yang kesemuanya masih di bawah umur. 

BREAKING NEWS Polres Tuba Ungkap Kasus Human Trafficking dan Postitusi Anak di Bawah Umur

KH Ahmad Wahid Zamas Jabat Ketua MUI Tanggamus Periode 2020-2025

Diperiksa Polisi Terkait Prostitusi Online, Artis VS Sempat Curhat di Instagram

5 Fakta Penangkapan Artis VS Diduga Terlibat Prostitusi Online di Lampung

Jajakan Rp 500 Ribu

SF (24) pelaku human trafficking dan prostitusi online anak di bawah umur yang dibekuk Satreskrim Polres Tulangbawang mengaku mendapat jatah Rp 50 sampai Rp 100 ribu untuk sekali transaksi.

Untuk sekali transaksi, dia menjajakan anak di bawah umur kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 500 ribu, sekali main.

Halaman
1234
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved