Video Berita

VIDEO Sapi Pemakan Sampah di Peternak Jatibarang Semarang Tak Dijadikan Hewan Kurban

Video YouTube ribuan sapi pemakan sampah di TPA Jatibarang Semarang dipastikan seorang peternak di wilayah tersebut tidak dijual di pasaran.

Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Jateng
Sapi Pemakan Sampah di Peternak Jatibarang Semarang Tak Dijadikan Hewan Kurban 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Video YouTube ribuan sapi pemakan sampah di TPA Jatibarang Semarang dipastikan seorang peternak di wilayah tersebut tidak dijual di pasaran.

"Sapi pemakan sampah di sini tidak dijual untuk hewan kurban, tidak ada yang berani," ujar seorang peternak sapi di wilayah TPA Jatibarang yang enggan diungkapkan identitasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (29/7/2020) sore.

Menurut peternak tersebut, ada beberapa alasan pemilik sapi pemakan sampah dijual untuk hewan kurban.

Pertama lantaran sapi pemakan sampah harus disembelih dengan cara-cara tertentu.

Tidak sembarang tukang jagal bisa menyembelih sapi pemakan sampah sebab sapi tersebut dikenal hewan yang liar.

Tonton video beritanya di bawah ini.

"Jadi kalau untuk hewan kurban sapi itu pasti ngamuk berbeda dengan sapi ternak," paparnya.

Alasan berikutnya, lanjut peternak tersebut, pemilik sapi enggan menjual takut berisiko lantaran sapi pemakan sampah diliarkan begitu saja di TPA Jatibarang.

VIDEO Zaskia Gotik Pamerkan Sapi Jumbo untuk Kurban Idul Adha 2020

VIDEO Masjid Agung Demak Akan Laksanakan Sholat Idul Adha, Masyarakat Wajib Pakai Masker

Kusut sejak Tahun Pertama Pernikahan, Raffi Ahmad Beberkan Kondisi Rumah Tangganya

Mata Najwa Tayangkan CCTV Pembunuhan Siswi SMK di Bogor, Polisi Disebut Dapat Video yang Blur

Mereka takut andai sapi untuk hewan kurban lalu mdikonsumsi banyak orang maka dapat keracunan atau ada efek negatif lainnya.

Apalagi ketika disembelih, jeroan sapi hanya berisi sampah plastik.

"Dengan alasan tersebut bisa saya pastikan sapi pemakan sampah tidak beredar di masyarakat untuk hewan kurban," terangnya.

Kendati demikian, peternak itu tidak menampik bahwa sapi pemakan sampah tetap dijual ke pasaran.

Ketika disinggung lebih detail alur penjualan sapi tersebut, ia enggan menjelaskan.

"Tetap dijual, dengan harga miring sekira Rp. 14 juta perekor," ungkapnya.

Dijelaskannya, habitat sapi pemakan sampah kini sudah mencapai lebih dari 2 ribu ekor dengan jumlah pemilik sekira 200 orang di kampung Dukuh Bambankerep, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved