Idul Adha 2020
Dinas Pertanian Bandar Lampung Belum Temukan Hewan Kurban Terjangkit Cacing Hati
Dinas Pertanian Bandar Lampung sampai Sabtu (1/8/2020), belum menerima laporan hewan kurban yang terjangkit penyakit cacing hati.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Pertanian Bandar Lampung sampai Sabtu (1/8/2020), belum menerima laporan hewan kurban yang terjangkit penyakit cacing hati atau fasciola hepatica.
"Untuk sampai saat ini belum ada laporan, masih jalan teman-teman petugasnya," jelas Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung Agustini kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (1/8/2020) sore.
Menurutnya, petugas post mortem masih melakukan pengecekan sejak penyembelihan hewan kurban pada Jumat (31/7/2020) hingga Minggu (2/8/2020).
"Besok (Minggu) mereka masih jalan lagi. Paling tidak rekapitulasi data sudah ada hari Senin (2/8/2020)," papar Agustini.
TONTON JUGA:
Sebelumnya, Agustini mengatakan, jika di Bandar Lampung tidak kekurangan pasokan hewan kurban.
Ia merinci, setidaknya terdapat 1.500 ekor sapi dan 2.400 ekor kambing yang disiapkan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 2020.
Dari awal, Agustini sudah mengimbau masyarakat agar jeli dalam memilih hewan kurban.
• 1.174 Sapi Disembelih di Lampung Selatan, Natar Sumbang Kurban Terbanyak
• Libur Idul Adha 2020, Pantai Mutun Pesawaran Dipadati Pengunjung dari Palembang dan Jakarta
• Ditemukan 12 Kasus Cacing Hati pada Hewan Kurban di Lampung Selatan
• Jadwal SKB CPNS 2019 Diumumkan 18 Agustus 2020
"Pilih hewan kurban yang sehat dan tidak cacat," imbaunya.
Sementara data dari Kementerian Agama Bandar Lampung, setidaknya di Kota Tapis Berseri ini ada 3.745 hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 2020 atau 1441 Hijriah.
Kepala Kemenag Bandar Lampung Mahmuddin Aris Rayusman mengatakan, dari jumlah tersebut 1.746 di antaranya adalah sapi, 2.267 kambing, dan 2 sisanya kerbau.
"Data hewan kurban ini diambil dari KUA-KUA di kecamatan, yang diperoleh dari masjid-masjid di Bandar Lampung," ungkap Aris.
Hewan kurban ini disumbang oleh masyarakat Bandar Lampung yang berada di daerah masing-masing.
"Data kita dapatkan dari tiap kecamatan, hewan kurban ini terdata dari masjid, sehingga yang kurban masyarakat sekitar masjid ini," paparnya.
Kasi Bimas Islam Lemra Horizon menambahkan, jumlah hewan kurban tidak jauh berbeda dengan tahun lalu meskipun situasinya di tengah pandemi Covid-19.
"Jumlahnya tidak berkurang dibanding tahun lalu. Bedanya tahun ini PHBI (panitia hari besar Islam) Bandar Lampung tidak melaksanakan (penyembelihan hewan kurban), dan diserahkan ke masjid masing-masing," terang Lemra.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)