Berita Nasional
Demi Cari Perhatian Kekasih, Seorang Pria Bakar Rumah
Kasus pembakaran rumah yang mengakibatkan satu keluarga menderita luka bakar parah akhirnya terungkap
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGERANG SELATAN - Kebakaran sebuah rumah di bilangan Jalan Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan ( Tangsel), Selasa (5/8/2020) lalu, ternyata bukanlah sebuah kecelakaan.
Rumah milik Herman (38) bukan terbakar melainkan dibakar.
Polisi telah menangkap tersangka pembakaran rumah bernama Sutanto.
Motif Sutanto membakar rumah Herman didasari pembuktian cinta.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, saat itu, api tiba-tiba muncul membakar rumah yang didiami Herman (38), ibunya Nursiyah (62) dan anaknya Keysha (12).
Ketiganya menderita luka bakar, yang terparah Keysha, 80 persen tubuh anak itu hangus.
Satu hari berselang, Andy, kakak dari Herman, melaporkan kebakaran itu ke Polsek Ciputat.
Andy menduga munculnya sijago merah bukan tanpa sebab.
• Mobil Sedan Terbakar Saat Lakukan Test Drive, Penyebabnya Kopling hingga Muncul Percikan
• Pria Kehilangan Dompet Tahun 2006, 14 Tahun Kemudian Diketemukan Sebagian Uang Tak Berlaku
• Viral Video Anak Teriak Maling ke Ayahnya Sendiri, Sang Ibu Ungkap Perilaku Anaknya
• Seorang Anak Tega Teriaki Ayahnya dengan Sebutan Maling, Karena Diduga Ingin Minta Harta Warisan
Keluarga adiknya diserang oleh seseorang dengan cara dibakar.
Laporan bersambut, Unit Reskrim Polsek Ciputat bergerak, mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
Benar saja, seorang pria berinisial ST (Sutanto) ditangkap aparat Reskrim Ciputat terkait dugaan pembakaran rumah Herman, di bilangan Cinere, Depok, Kamis (6/8/2020).
"Benar kita sudah menangkap pelaku, inisial ST. Kita tangkap di Cinere," ujar Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, Jumat (7/8/2020).
Dari penangkapan ST, Endy juga mengonfirmasi bahwa rumah Herman bukan terbakar, melainkan dibakar.
"Iya benar dibakar. Kan kita sudah bilang kemarin hanya saja itu masih dugaan, setelah pelaku ketangkep baru kita rilis, khawatir kita salah persepsi," ujarnya.
Demi memperjuangkan cinta
Kasus pembakaran rumah yang mengakibatkan satu keluarga menderita luka bakar parah akhirnya terungkap setelah pelaku, bernama Sutanto, tertangkap.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kebakaran terjadi di satu rumah yang didiami Herman (38), ibunya Nursiyah (62) dan anaknya Keysha (12), di bilangan Jalan Purnawarman, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (5/8/2020).
Ketiganya menderita luka bakar, yang terparah Keysha, 80 persen tubuh anak itu hangus.
Bukan tanpa sengaja, ternyata kediaman Herman dibakar oleh pria yang bernama Sutanto itu.
Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, mengungkapkan, motif Sutanto membakar rumah Herman karena urusan percintaan.
Endy memaparkan, Herman memiliki istri bernama Sumarni.
Namun hubungan mereka tidak berjalan baik hingga pisah ranjang dan sudah dalam pengajuan cerai di Pengadilan Agama Tigaraksa.
Sementara, Sutanto adalah teman SMP Sumarni yang pernah cinta monyet dan kembali bertemu pada tahun 2017.
Sejak hubungan Herman dan Sumarni renggang, Sutanto masuk dan menjalin asmara.
TONTON JUGA
Mulai 2017 sampai awal 2020 ini, Sutanto dan Sumarni sempat tinggal satu atap meskipun belum menikah, karena belum ada putusan cerai.
"ST (Sutanto) dan SM (Sumarni) ketemu itu di tahun 2017 kemudian di tahun 2018 bulan Mei mereka hidup bersama sampai bulan Juni 2018. Kemudian SM meninggalkan ST pelaku, kemudian kembali ketemu lagi di 2018 November sampai Januari 2019 itu hidup bersama."
"Kemudian Januari SM meninggalkan ST lagi, kembali lagi ketemu di januari 2020, jadi satu tahun dari januari 2019 sampai januari 2020 tidak ketemu, sampai hidup bersama Juni 2020 kemarin," papar Endy saat gelar rilis kasus pembakaran tersebut di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020).
Setelah Juni 2020 itu, Sumarni kembali menghilang, Sutanto pun kesulitan mencari.
Pesan singkat dan teleponnya tidak pernah digubris, walaupun Sutanto sudah menyatakan serius mencintai dan akan mengajak Sumarni ke pelaminan usai urusan perceraiannya rampung.
Tidak kunjung mendapat jawaban, Sutanto berbuat gila untuk mencari perhatian menunjukkan keseriusannya kepada Sumarni.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online itu malah melampiaskannya dengan membakar rumah Herman.
"Nah pada akhirnya ST melakukan pengancaman serius untuk hubungan dengan SM, tapi tidak digubris. pada akhirnya ST dongkol melakukan peringatan dengan hanya ingin menurut pengakuan ST bahwa dia tidak main-main. Dilakukanlah pembakaran di rumah tersebut (rumah Herman) yang mana seperi kita ketahui itu ada korban di dalamnya," jelasnya.
Atas perbuatannya, Sutanto dijerat pasal 187 ayat 1e dan 2e KUHPidana, tentang pembakaran rumah, dan terancam 15 tahun penjara.
Pelaku menyesal
Sutanto menyesal, amarahnya untuk mencari perhatian sang pacar berujung korban luka parah dan penjara.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Sutanto merupakan pelaku pembakaran rumah Herman di bilangan Jalan Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Selasa (5/8/2020).
Kebakaran ulah Sutanto itu menimbulkan korban luka bakar, yakni Herman, ibunya Nursiyah (62) dan anaknya Keysha (12).
Yang terparah Keysha, 80 persen tubuh anak itu hangus.
Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, mengatakan, Sutanto melakukan aksi jahat itu sebenarnya hanya untuk mencari perhatian Sumarni, istri dari Herman yang sedang proses cerai.
Sejak 2017, Sumarni pisah ranjang dengan Herman dan memadu kasih dengan Sutanto.
Namun asmara dengan Sutanto pun tidak berjalan mulus. Sudah sampai tinggal seatap, Sumarni kerap menghilang tidak jelas ke mana.
Sutanto yang sudah menyatakan cinta, dan memantapkan hati untuk menikah kesal lantaran Sumarni kembali menghilang dan tidak merespon pesan maupun teleponnya.
"Pada intinya dia sudah melakukan peringatan kepada SM (Sumarni) 'kalau saya tidak digubris, saya sudah melakukan penekanan ingin menyampaikan keseriusannya tapi diabaikan begitu saja'. Emosinya memuncak," ujar Endy saat gelar rilis kasus pembakaran tersebut di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020).
Karena emosi tersebut dan kasmaran yang menggebu, Sutanto mencari perhatian kekasihnya sampai membakar rumah Herman.
Namun Sutanto kemudian menyesal karena ia tidak ingin melukai siapapun, hanya bermaksud membakar bagian depan rumah.
"Jadi dia mengincarnya untuk memberikan peringatan, bahwa dia ingin serius berhubungan dengan SM. Tapi karena tidak digubris dikasih peringatan membakar teras rumahnya saja. Tapi yang bersangkutan menyesal karena ada korban," ujarnya.
Sutanto juga mengungkapkan penyesalannya saat diberi kesempatan berbicara oleh Kapolsek.
"Pingin memberikan peringatan, tapi setelah saya tahu anaknya juga menjadi korban, saya menyesal," ujar Sutanto yang mengenakan pakaian pranye bertuliskan "Tersangka".
Atas perbuatannya, Sutanto dijerat pasal 187 ayat 1e dan 2e KUHP tentang pembakaran dengan ancaman 15 tahun penjara. (TribunJakarta.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Terlena Cinta Monyet Hingga Niat Curi Perhatian Kekasih, Tindakan Sutanto Malah Berujung di Penjara"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sutanto-tersangka-pembakaran-rumah-di-ciputat-tangsel.jpg)