Breaking News:

Harga Emas Rp 1 Juta, Baiknya Beli atau Jual?

Assistant Manager II PT Pegadaian (Persero) Area Lampung Hendra Fahlevi mengungkapkan beberapa alasan mengapa investasi emas tetap bisa dilakukan mesk

Tribunlampung.co.id/Ahmad Robi
Assistant Manager II PT Pegadaian (Persero) Area Lampung Hendra Fahlevi menjadi narasumber acara Tribun TV Lampung bertema Investasi Emas di Tengah Pandemi, Sabtu (8/8/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Melambungnya harga emas hingga di atas Rp 1 juta per gram membuat sebagian orang bertanya apakah ini saat yang tepat untuk memulai investasi.

Atau, malah melepas emas yang dimiliki?

Assistant Manager II PT Pegadaian (Persero) Area Lampung Hendra Fahlevi mengungkapkan beberapa alasan mengapa investasi emas tetap bisa dilakukan meski saat kondisi pandemi Covid-19.

“Ketika masa pandemi, ada beberapa alasan berinvestasi emas. Pertama, mempersiapkan masa pensiun yang bahagia. Kedua, untuk kebutuhan dana darurat, misalnya sakit, biaya liburan, dan lain-lain. Jika tidak punya perencanaan yang baik, otomatis dana yang ada akan tergerus untuk menutupi itu. Maka di sini pentingnya investasi,” jelasnya dalam acara Tribun TV Lampung bertema Investasi Emas di Tengah Pandemi, Sabtu (8/8/2020).

Kendati demikian, Hendra juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan instrumen untuk berinvestasi.

TONTON JUGA:

“Kita harus benar memilih kriteria instrumen yang tepat untuk investasi. Pertama, melihat track record company profile, seperti payung hukum dan penjamin lembaga. Kedua, seberapa besar feedback yang kita dapatkan dalam investasi, yaitu logis dan nilai inflasinya,” terang Hendra.

“Ada banyak pilihan, mulai dari tabungan perbankan, deposito, properti, dan salah satu invetasi yang likuidnya paling mudah yaitu investasi emas,” imbuhnya.

Selain itu, Hendra juga memberikan tips perhitungan yang tepat bagi pemula saat memutuskan untuk memulai berinvestasi logam mulia.

Harga Emas Rp 1 Juta, Nasabah Ramai-ramai ke Pegadaian

Harga Emas Tembus Rp 1,028 Juta per Gram, PT Aneka Tambang Maksimalkan Bisnis Logam Mulia

Jadi Partner Baznas, Bank Muamalat Sediakan Aplikasi Ziswafqu

Promo HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020, Ayam CFC, Roti BreadTalk hingga Chatime

“Untuk pemula yang ingin memulai investasi harus mengukur pendapatan rutin dengan empat bagian. Pertama, yaitu 10 persen nilai sosial (sedekah dan lain-lain), 30 persen tabungan, 20 persen investasi, 40 persen biaya hidup. Jadi jika investasi jangan melebihi 20 persen nilai pendapatan karena akan mengganggu cashflow yang lainnya,” beber Hendra.

Halaman
12
Penulis: ahmad robi ulzikri
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved