Tribun TV Lampung
Anggap Tim Sebagai Teman Jadi Gaya Margareth V Saulina Sebagai Kacab PT Jasa Raharja
Menganggap tim sebagai teman, menjadi salah satu alasan Margareth V Saulina selalu lebih dekat dengan bawahannya.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Menganggap tim sebagai teman, menjadi salah satu alasan Margareth V Saulina selalu lebih dekat dengan bawahannya.
Hal tersebut disampaikan wanita yang kini menjabat sebagai Kepala Cabang PT Jasa Raharja Lampung, saat menjadi narasumber dalam program Tribun TV Lampung bertajuk Mata Lokal Membangun Karir di Jasa Raharja, Selasa (11/8/2020).
Margareth V Saulina P menjabat sebagai Kepala Cabang PT Jasa Raharja Lampung sejak 16 Maret 2020.
Sebelumnya, jabatan yang diemban Margareth adalah Kepala Seksi Teknik Divisi MRTP (2012-2013), Kepala Seksi Penelitian Divisi MRTP (2013-2014), Kepala Perwakilan Tk 1 Jakarta Barat (2014-2015).
• Pencairan Gaji Ke-13 PNS Pringsewu Tunggu Perangkat Hukum
• Layanan Telkomsel di Sumatra Termasuk Lampung Down, Ini Penjelasan Telkomsel
• Unila dan Bank Indonesia Bahas Persiapan BI Mengajar
• Tim Kemenpan Tinjau Progres Mal Pelayanan Publik Tuba
Kemudian, Kepala Perwakilan Tk 1 Bogor (2015-2016), Kepala Bagian Pelayanan Cabang Utama DKI Jakarta 2016, Kepala Bagian Pelayanan Cabang Utama Jawa Barat (2016-2018), dan Kepala Urusan Iuran Wajib (2018-2020).
Selama mengemban amanah jabatan tersebut, Margareth selalu memiliki keinginan untuk bisa selalu dekat dengan timnya, seperti yang dilakukannya saat mengemban jabatan sebelumnya.
Salah satu cara Margareth untuk bisa dekat dengan timnya adalah dengan tidak menganggap timnya sebagai anak buah.
Margareth justru menganggap mereka sebagai teman.
Salah satu yang dilakukan Margareth agar anak buahnya merasa diperlakukan sebagai teman adalah dengan mengajak mereka ngobrol santai, layaknya teman.
Margareth tidak mengajak mereka ngobrol secara formal.
Bagi Margareth, bisa dekat dengan timnya penting.
Apalagi Margareth melihat, kebanyakan timnya adalah anak milenial, yang kalau bekerja di lingkungan yang bergaya diktator justru makin tidak mau kerja.
"Saya pernah punya pengalaman dengan tim sebelumnya, kalau mereka dianggap sebagai teman, mereka justru bisa bekerja dengan semangat, dan tanpa disuruh, mereka akan memberikan ide-ide cemerlang dalam pekerjaan," urai Margareth dalam Webinar Bersama Tribun Lampung, Selasa 11 Agustus 2020.
Bukan hanya menyampaikan ide cemerlang, lanjut Margareth, jika ada yang memiliki kesulitan atau hambatan dalam pekerjaan, mereka akan langsung menyampaikan dan bercerita ke Margareth.
"Malahan ada yang cerita soal masalah pribadinya dengan saya."