Pilkada Bandar Lampung 2020
Buntut Pleno Ricuh, Ike Edwin serta Komisioner KPU dan Bawaslu Tinggalkan Hotel Radisson
Para komisioner KPU dan Bawaslu meninggalkan lokasi rapat pleno setelah dievakuasi oleh aparat kepolisian.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dengan demikian, data milik pasangan Ike Edwin-Zam Zanariah secara keseluruhan yang MS menjadi 33.111.
Sementara jumlah dukungan memenuhi syarat minimal yang ditentukan yakni sebanyak 47.864.
Pleno Ricuh
Suasana rapat pleno terbuka yang digelar KPU Bandar Lampung di Hotel Radisson, Jumat (21/8/2020), berlangsung ricuh.
Itu setelah sejumlah pendukung pasangan Ike Edwin-Zam Zanariah menerobos masuk ruang rapat pleno terbuka.
Peristiwa itu terjadi menjelang pembacaan putusan hasil rapat pleno terbuka tingkat KPU Bandar Lampung.
Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id, sejumlah komisioner KPU Bandar Lampung langsung diamankan oleh aparat kepolisian.
Begitu pula para komisioner Bawaslu Bandar Lampung yang mengawasi jalannya rapat pleno.
Sejumlah polisi berusaha meredam aksi pendukung pasangan Ike Edwin-Zam Zanariah.
Melihat insiden itu, Ike Edwin langsung mengambil alih komando untuk meredam suasana.
"Kalian diam dulu. Saya ini mantan Kapolda Lampung. Saya pernah mendapat predikat terbaik menyelesaikan konflik secara nasional. Jangan kalian bikin malu saya," kata Ike Edwin dengan nada tinggi.
Menurut Ike Edwin, keputusan yang akan diambil KPU Bandar Lampung dalam pleno terbuka ini bukanlah hasil final.
"Kita lagi perang data. Diem aja. Kita juga masih bertarung. Orang juga kelabakan bertarung ama kita," kata Ike sembari menenangkan para pendukungnya.
Akibat peristiwa tersebut, belum diketahui apakah rapat pleno terbuka akan dilanjutkan atau tidak.
Sebab, seluruh komisioner KPU tidak berada di tempat. (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pleno-kpu-ricuh-16.jpg)