Liputan Eksklusif Tribun

Bungker di Bandar Lampung Ditutup Batu Coran, Ada 3 Bungker Peninggalan Jepang

Delapan bungker Jepang yang ada di Kota Bandar Lampung juga bernasib sama. Bungker ini tersebar di sejumlah tempat.

Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Bungker di Jalan Amir Hamzah, Gotong Royong, Bandar Lampung, atau tepatnya di depan kantor Disdikbud Bandar Lampung ditutup semen coran. Foto dibidik pada Selasa (18/8/2020). Bungker di Bandar Lampung Ditutup Batu Coran, Ada 3 Bungker Peninggalan Jepang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bukan cuma bungker peninggalan Jepang di Kabupaten Tanggamus yang tidak terawat.

Delapan bungker Jepang yang ada di Kota Bandar Lampung juga bernasib sama.

Bungker ini tersebar di sejumlah tempat.

Di antaranya, di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, di sekitaran SMAN 2 Bandar Lampung, bungker air di daerah Sumur Putri Telukbetung Utara.

Bungker Jepang Jadi Tempat Sampah, Tiga Bungker di Tanggamus Terbengkalai

 Lokasi 5 Bungker Jepang di Bandar Lampung, Terungkap Isinya

 Lomba Kerajinan Tas dan Masker Peringatan HKGB di Lampung, Semua Menarik dan Bagus-bagus

 Satu Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Asal Way Kanan Dinyatakan Sembuh

Bungker lainnya ada di Jalan Nusa Dua belakang gereja Lungsir, di Jalan Ikan Kiter Telukbetung Selatan, Jalan Teluk Bone Telukbetung Barat, di Srengsem Panjang, di sekitaran SMPN 25 Bandar Lampung.

Khusus lokasi di sekitar SMPN 25 Bandar Lampung ini, juga terdapat goa.

Penelusuran Tribun pada Selasa (18/8/2020), bungker di depan kantor Disdikbud Kota Bandar Lampung tertutup rerumputan.

Bungker berbentuk kotak dengan diameter 4 meter.

Bungker ini tertutup rapat dengan batu coran.

Hampir tidak ada celah bagi masyarakat untuk melihat bungker tersebut.

"Banyak sekali sampah dan bekas bakaran sampah di sana. Jadi kami warga mengharapkan pemerintah mengambil alih perawatan bungker tersebut," kata Burhanuddin Adam, salah satu sesepuh di sekitaran bungker tersebut.

Menurutnya, jika bungker tersebut terawat dan bersih, maka bisa menjadi wisata edukasi.

Sehingga kawula muda bisa lebih mengenal sejarah bangsanya.

Sementara itu kondisi goa yang ada di Taman Wisata Hutan Kera Sumur Batu juga memprihatinkan.

Pintu masuk goa tertutup longsoran tanah.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved