Tribun Bandar Lampung
Puncak Kemarau di Lampung Diprediksi Agustus hingga September
Potensi puncak kemarau di Lampung itu dipengaruhi penguatan angin Monsun Australia.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Saat ini, Lampung sedang dilanda musim kemarau.
Namun, tahun ini kemarau yang terjadi merupakan kemarau basah.
Sehingga, kerap terjadi hujan di sejumlah waktu.
Hampir setiap sehabis hujan di musim ini, sebagian besar akan diikuti oleh kenaikan suhu.
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung Rudy Haryanto mengatakan kenaikan suhu seusai hujan turun merupakan kejadian yang wajar.
• BMKG Lampung Imbau Warga Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang, Rudy: Ini Kemarau Basah
• Kisah 23 ABK Selamat dari Kapal Tenggelam di Teluk Semaka: Mustahil Selamat, Tapi Saling Menguatkan
• Buron 2 Tahun Lebih, Perampok di Rumah Petani di Way Kanan Akhirnya Ditangkap Polisi
• Bungker di Bandar Lampung Ditutup Batu Coran, Ada 3 Bungker Peninggalan Jepang
"Setelah hujan, awan yang sebelumnya menutup langit akan habis. Sehingga sinar matahari bisa langsung menyinari bumi," kata dia, Sabtu (22/8/2020).
"Jadinya, suhu di permukaan bumi bisa meningkat," jelasnya.
Terpisah, Rudy mengatakan puncak kemarau tahun ini terjadi pada Agustus ini hingga September nanti.
Ia menyebut potensi puncak kemarau di Lampung itu dipengaruhi penguatan angin Monsun Australia.
"Untuk kemarau masa waktunya relatif masih sama denga sebelumnya. Hanya ujtuk tahun ini ada sebuah perbedaan mencolok," kata dia.
"Bedanya ada di tipe. Tahun ini kita mengalami kemarau basah," ucapnya.
Sehingga meskipun berstatus kemarau, masih terdapat kemungkinan akan terjadi turun hujan dalam intensitas ringan.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-kemarau-di-pringsewu.jpg)