Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Tumpang Tindih Aset Alay, Penasihat Hukum Istri Satono Layangkan Pengaduan

Tumpang tindih aset Sugiarto Wiharjo alias Alay, Penasihat Hukum (PH) Rice Megawati layangkan pengaduan ke Mabes Polri.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
tribun bali/rizal fanany
Ilustrasi - Petugas Kejati Bali menangkap terpidana korupsi APBD Lampung Timur, Sugiarto Wiharjo alias Alay Tripanca, Rabu (6/2/2019). Tumpang Tindih Aset Alay, Penasihat Hukum Istri Satono Layangkan Pengaduan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tumpang tindih aset Sugiarto Wiharjo alias Alay, Penasihat Hukum (PH) Rice Megawati layangkan pengaduan ke Mabes Polri.

PH Rice, Amrullah mengatakan pengaduan ini terkait gugatan Satono kepada Alay atas pengalihan aset dari sita eksekusi.

"Belum ada surat laporan, masih dumas (pengaduan masyarakat)," ungkapnya, Selasa 25 Agustus 2020.

Kata Amrullah, pengaduan ini tidak lain karena gagal bayarnya uang APBN Lampung Timur yang seharusnya bisa terbayarkan dengan 66 bidang aset milik Alay dengan nilai mencapainya Rp 285 miliar.

"Dulu sebelum inkrah disampaikan jika uang APBN Lampung Timur tidak dikembalikan maka Satono dijadikan tersangka karena ketakutan maka diajukan gugatan tahun 2009 atas aset PT Tripanca dan kuasa hukumnya dari yayasan LBH Nasional," sebutnya.

Lanjutnya, dari gugatan tersebut ada penetapan sita eksekusi dari tanggal 28 Mei sampai 1 Juni 2009 terhadap 66 aset milik PT Tripanca.

"Setelah ada aset tersebut harusnya aset di appraisal baru dilakukan lelang dan diputus laku terjual atau tidak, uangnya diserahkan ke Satono dan Lamtim, tapi itu ada pengangkatan aset sita, setelah itu saya gak tahu kemana aset aset tersebut, yang jelas dipihak ketiga," tandasnya.

Sementara itu, salah satu advokat dari LBH Nasional Kabul Budiono menyampaikan jika memang ada penggelapan aset pihaknya meminta bukti.

"Mungkin kalau dikatakan dijual kami perlu penjualan siapa yang jual yang membelinya, dan dulu 2009 aset masih tanggungan itu belum bersih dan terlikuidasi sehingga aset buat rebutan, dan Satono meminta ke LBH untuk diselesaikan jika ada aset nantinya dikembalikan ke Lamtim," serunya.

Terpisah kuasa hukum Alay, Sujarwo menyampaikan jika hal tersebut tidak ada kaitnya dengan upaya pihaknya melakukan recovery aset.

"Yang jelas bahwa Alay berkomitmen mengembalikan kerugian nagera ke Lamtim dengan melakukan recovery dari aset aset Tripanca group apakah ada hak dari Alay dan dari penelusuran masih ada hak Alay, sehingga akan kami konvensi ke uang tunai," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved