Presiden Tayyip Erdogan Tak Gentar Meski 4 Negara Besar Pamer Kapal Perang di Laut Mediterania
Parly mengatakan, tiga jet tempur Rafale dan sebuah kapal perang yang dilengkapi dengan helikopter Prancis akan menjadi bagian dari latihan militer ga
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Negara Turki di bawah Presiden Tayyip Erdogan kian membuat sejumlah negara barat ketar-ketir.
Salahsatunya negara Yunani yang menjadi bulan-bulanan kebijakan Turki.
Sebelumnya Turki mengubah museum Hagia Sophia, yang memiliki sejarah penting bagi umat Kristiani Yunani, menjadi masjid.
Kini, Turki mulai berani masuk ke wilayah sengketa kedua negara yang kaya akan sumber daya alam.
Bahkan Turki sudah berani melakukan eksplorasi di wilayah yang sebenarnya belum memiliki kejelasan tentang kepemilikan.
Ketika empat negara termasuk Yunani dan salah satu sekutu terbaik Amerika Serikat menggeser militernya demi mendesak Turki, Erdogan malah mengancam balik.
TONTON JUGA
• Temukan Gas Alam Terbesar di Laut Hitam, Erdogan Sebut Negaranya Bertekad Menjadi Eksportir Energi
• Sholat Jumat Pertama di #HagiaSophia Jadi Trending Topic, Presiden Erdogan Undang Paus Fransikus
• Jajal Kapal Perang, Menhan Prabowo Dikelilingi Anak Buah Presiden Erdogan
Erdogan menegaskan, Turki bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk mendapatkan haknya di Laut Hitam, Aegea, dan Mediterania.
"Kami tidak akan berkompromi atas apa yang menjadi milik kami. Kami bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan," tegas Erdogan, Rabu (26/8), seperti dikutip Reuters.
Pernyataan Erdogan keluar sehari setelah Menteri Luar Negeri Jerman berupaya meredakan ketegangan antara Turki dan Yunani dalam perselisihan mereka atas kendali di perairan Mediterania Timur.
Berbicara di sebuah acara memperingati kemenangan militer abad ke-11 oleh Seljuk Turki atas kekaisaran Bizantium di Malazgirt, Erdogan juga meminta rekan-rekan Ankara untuk menghindari kesalahan yang menurutnya akan membawa kehancuran mereka.

Ketegangan antara Turki dan Yunani meningkat setelah Ankara mengirim kapal survei Oruc Reis ke perairan Mediterania Timur yang disengketakan bulan ini, tindakan itu oleh Athena disebut ilegal.
Turki dan Yunani, sekutu NATO, sangat tidak setuju atas klaim atas sumber daya hidrokarbon di daerah tersebut berdasarkan pandangan yang bertentangan tentang sejauh mana landas kontinen mereka di perairan yang sebagian besar dihiasi dengan pulau-pulau Yunani.
“Jika ada orang yang mau menerima akibatnya, mereka dipersilakan untuk menghadapi kami. Jika tidak, maka mereka harus pergi agar kami bisa menangani urusan kami sendiri,” kata Erdogan.
Mediterania Timur berubah menjadi area ketegangan