Tribun Metro

Pairin: Jika Orangtua Keberatan, Anaknya Tak Perlu Sekolah Tatap Muka

Artinya, terus Pairin, belajar tatap muka bukan paksaan atau keharusan jika orangtua merasa khawatir dengan keamanan dan kesehatan anaknya.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Bayu
Wali Kota Metro Achmad Pairin. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wali Kota Metro Achmad Pairin meminta sekolah yang mendapat rekomendasi untuk belajar tatap muka wajib memberikan alternatif lain kepada wali murid.

"Jadi, dari sekolah itu harus mendapat izin dari orangtua siswa. Jika orangtuanya keberatan, maka sekolah harus tetap melayani dengan memberi alternatif belajar, baik mendatangi ke rumah atau secara daring," ujarnya, Minggu (30/8/2020).

Artinya, terus Pairin, belajar tatap muka bukan paksaan atau keharusan jika orangtua merasa khawatir dengan keamanan dan kesehatan anaknya.

Sehingga sekolah tetap harus memberi pelajaran yang setara.

"Dan yang perlu digarisbawahi, tidak semua sekolah. Hanya sekolah yang mendapat rekomendasi satgas," tuntasnya.

2.200 Guru Diusulkan Rapid Test

Sebanyak 2.200 guru PNS dan honorer Kota Metro diusulkan untuk menjalani rapid test sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dilaksanakan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro Ria Andari mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Metro Achmad Pairin, KBM tatap muka digelar setelah guru menjalani rapid test.

Namun, rapid test baru akan dilakukan setelah sekolah mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19 untuk menggelar KBM tatap muka.

Hingga saat ini, sebanyak 23 sekolah SD dan SMP telah mengajukan ke Disdikbud Metro.

"Jadi tahapannya sekolah ajukan ke dinas, lalu kita akan mengecek kesiapan sekolah. Selanjutnya dinas mengajukan ke Satgas Covid-19 yang kemudian turun meninjau sekolah. Setelah itu baru diberikan rekomendasi jika sekolah dinyatakan siap," bebernya, Minggu (30/8/2020).

Pihaknya meminta agar masyarakat dan media massa juga turut memantau untuk mengawasi sekolah yang melakukan kegiataan tatap muka. Karena keselamatan anak-anak menjadi prioritas yang utama.

Sebelumnya, lima SMP dan 18 SD negeri dan swasta di Kota Metro mengajukan rekomendasi ke Satgas Covid-19 untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Adapun sekolah yang telah mengajukan rekomendasi adalah SD Teladan, SDN 2 Metro Timur, SDN 12 Metro Pusat, SDN 2 Metro Barat, SDN 11 Metro Pusat, SDN 4 Metro Selatan, SDN 4 Metro Timur, SDN 4 Metro Barat, dan SDN 2 Metro Selatan.

Kemudian SDN 1 Metro Selatan, SDN 6 Metro Pusat, SDN 8 Metro Barat, SD Xaverius, SD IT WU, SD Aisyiyah, SD Alquran, SD Al Mukhsin, SD Nurul Huda.

Selanjutnya, SMPN 6, SMPN 8, SMPN 2, SMPN 9, dan SMP Muhammadiyah 1. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved