Tribun Bandar Lampung

UIN Raden Intan Lampung Gelar Ujian Masuk Mandiri 2020 Melalui Daring

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melaksanakan tes Ujian Masuk Mandiri tahun 2020 secara online pertama di Indonesia.

Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma
UIN Raden Intan Lampung Gelar Ujian Masuk Mandiri 2020 Melalui Daring. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melaksanakan tes Ujian Masuk Mandiri tahun 2020 secara online pertama di Indonesia.

Adapun kegiatan pelaksanaan ujian ini dilaksanakan mulai hari ini, Selasa (1/9/2020) hingga Rabu (2/9/2020) yang dilaksanakan sebanyak 3 sesi per harinya.

Pelaksanaan kegiatan UM Mandiri secara online ini baru pertama kali dilakukan oleh PTKIN se Indonesia yaitu di UIN Raden Intan Lampung sendiri.

Pada pelaksanaan kegiatan ujian ini Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Moh Mukri meninjau langsung pelaksanaan di dampingi wakil rektor I Alamsyah, kemudian wakil rektor 2 Asriani, Kasubbag Humas UIN Raden Intan Lampung Hayatul Islam serta pejabat di lingkungan UIN Raden Intan Lampung lainnya, Selasa (1/9/2020).

Prof Mukri mengatakan pelaksanaan berjalan UM Mandiri ini berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan yang berarti.

"Alhamdulillah sampai detik ini (sesi kedua) pelaksanaan berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan tidak ada kendala yang berarti antara pendaftar dan yang mengikuti tes itu sama jumlahnya."

"Alhamdulillah belum ada komplain tim IT kita sudah bisa s0hmerespon dan menjawab ke khawatiran banyak pihak terhadap proses ujian masuk mahasiswa baru dengan cara online, " ujarnya kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (1/9/2020).

Lebih lanjut terkait pengawasan ia mengatakan pada pelaksanaan ujian ini ia peserta diawasi melalui PC, dan ruang virtual yang disetiap ruang virtual tersebut terdapat pengawas.

Setiap peserta dalam jarak 3 meter terpantau jika ada orang yang membantu atau mencarikan jawaban pada pelaksanaan dapat terpantau.

"Kalau itu dilakukan maka mereka akan di kenakan sanksi tergantung ada poin-poinnya yang paling berat di diskualifikasi," tambahnya.

Untuk soal yang diberikan pun sudah teruji dan memiliki bang soal, antar peserta soal yang dikerjakan berbeda. Sehingga tidak ada komunikasi antar peserta tes UM Mandiri tersebut.

Sementara Syafrimen selaku kepala Pusat Pangkalan Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN RIL menambahkan tahun lalu UM Mandiri UIN RIL sudah menggunakan sistem seleksi elektronik (SSE) namun dilaksanakan di kampus UIN RIL yang dipusatkan di Lab Information Communication and Technology (ICT) dengan cara peserta datang ke ruang peserta yang telah disiapkan oleh panitia. Dan masing-masing ruangan di awasi oleh dua orang pengawas.

"Berbeda dengan SSE tahun 2020 ini, PTIPD bersama-sama dengan akademik dan Kemahasiswaan UIN RIL berinisiasi mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan peserta mengikuti SSE melalui PC, Tab, ataupun Android dari rumah masing-masing melalui ruang-ruang virtual yang sudah disiapkan panitia hari dan sesinya."

"Peserta mengikuti ujian dari rumah masing-masing dengan di awasi oleh penanggung jawab ruang virtual secara sentral dari gedung ICT lantai 3 UIN RIL, " Jelasnya.

Informasi dihimpun adapun total peminat di UM Mandiri UIN Raden Intan Lampung tahun 2020 sebanyak 3139 orang yang masuk ke dalam aplikasi tetapi tidak melakukan pembayaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved