Breaking News:

Tribun Metro

DPRD Minta KBM Tatap Muka Ditunda Jika Metro Masuk Zona Orange

Karena dari pemerintah pusat mengizinkan untuk belajar tatap muka dengan syarat-syarat yang ketat dan sesuai protokol kesehatan.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Indra
Ketua Komisi II Fahmi Anwar memberi keterangan terkait perkembangan Covid-19 dan rencana belajar tatap muka. DPRD Minta KBM Tatap Muka Ditunda Jika Metro Masuk Zona Orange 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Komisi II DPRD Kota Metro meminta rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka ditunda jika Bumi Sai Wawai masuk dalam kategori zona orange.

"Memang kabar yang kita dapat dalam minggu ini penambahan pasien positif Covid-19 cukup masif. Ada sekitar lima atau enam orang ya. Nah, kalau beberapa hari ke depan semakin bertambah, Metro masuk zona orange, ya kita minta stop, enggak ada nilai tawar," beber Ketua Komisi II Fahmi Anwar, Kamis (10/9/2020).

Ia menjelaskan, dengan situasi saat ini memang menjadi dilema.

Karena dari pemerintah pusat mengizinkan untuk belajar tatap muka dengan syarat-syarat yang ketat dan sesuai protokol kesehatan.

"Di sisi lain, bagi wali murid yang tidak sepakat anaknya masuk sekolah tatap muka karena khawatir, itu juga dibolehkan. Jadi sekarang tinggal bagaimana pemerintah lebih berhati-hati menyikapi situasi dan perkembangan Covid-19," bebernya.

Karena itu, pihaknya mendorong Dinas Pendidikan dan Gugus Tugas terus mengkaji rencana kebijakan yang disesuaikan dengan situasi terkini. Sehingga betul-betul siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Metro Bertambah 3 Kasus Positif, Hasil Tracing Pasien 08 Asal Metro Timur

Petaka Gadis di Lampung, Dijemput untuk Makan Ternyata Disiksa dan Diperkosa

Sebelumnya, Wali Kota Achmad Pairin memastikan kebijakan KBM tatap muka akan tetap berlangsung pasca adanya pasien pertama meninggal dunia akibat Covid-19 di wilayah setempat.

"Saya pastikan kebijakan itu jalan terus. Rencana kan bulan ini. Tapi begini, sudah kita sepakati sebelum itu dilaksanakan, sekolah harus mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas. Serta mendapat izin dari orang tua murid," ujar Achmad Pairin, Rabu (2/9/2020).

Selain itu, sebelum KBM tatap muka dilaksanakan, para guru akan dirapid test untuk memastikan kesehatan. Karena keamanan siswa menjadi prioritas utama. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved