Kasus Corona di Lampung
Kasus Corona di Lampung Tambah 39, Tanggamus Sumbang 19 Kasus, 2 Bayi Ikut Tertular
Penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 kembali melonjak 39 kasus.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 kembali melonjak 39 kasus.
Hal tersebut disampaikan oleh Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Lampung dr Reihana saat di hadapan awak media di Posko Covid-19 Provinsi Lampung di ruang Abung Pemprov Lampung, Selasa (15/9/2020).
Berdasarkan catatan tim medis bahwa ada 19 kasus dari warga Tanggamus menyumbangkan pasien Covid-19 di Provinsi Lampung pada hari ini.
Sementara itu tak pernah ketinggalan warga Bandar Lampung juga selalu menyumbangkan kasus dan hari ini ada 10 orang.
Kemudian, warga Pesawaran 2 orang, Lampung Utara 2 orang, Mesuji 2 orang, Metro 1 orang Lampung Tengah 1 orang, Pringsewu 1 orang dan Kabupaten Lampung Selatan 1 orang.
Lalu paling banyak kabupaten yang menyumbangkan data pasien Covid-19 teranyar dari Tanggamus 19 Kasus.
Lalu ada bayi berumur 5 bulan juga tertular virus corona dan termasuk pasien konfirmasi di Malang menularkan warga Pringsewu.
Jadi dari 39 kasus konfirmasi positif tersebut terdapat 35 kasus hasil tracing dan 4 kasus terbaru.
Ada 24 pasien yang melakukan isolasi mandiri dan pasien yang dirawat di rumah sakit itu ada 15 orang.
Berikut rinciannya pasien yang terkonfirmasi positif corona, diantaranya pasien 616-621 Warga Tanggamus tracing dari pasien nomor 487 semuanya isolasi mandiri.
Lalu pasien bernomor 622-634 warga Tanggamus juga yang merupakan tracing dari pasien 490 dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Tanggamus.
Kemudian pasien 635 ini merupakan perempuan berusia 5 bulan dan pasien 636 laki-laki 1,5 tahun dari Pesawaran.
Pasien tersebut merupakan kontak tracing dari pasien nomor 510 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.
Sedangkan untuk pasien 637 merupakan perempuan berusia 30 tahun dari Lampung Tengah yang merupakan tracing dari pasien nomor 538.
Jadi saat ini pasien tersebut sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit di Lampung Tengah.
Lalu pasien nomor 638 dan 639 dari Mesuji merupakan hasil tracing dari pasien 492 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri
Kemudian pasien 640 perempuan berumur 43 tahun dari Lampung Utara yang merupakan kasus baru dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di suatu tempat.
Psien 641 seorang laki-laki berusia 35 tahun dari Kabupaten Lampung Utara yang merupakan hasil tracing dari pasien nomor 447 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.
Selanjutnya nomor 642 laki-laki berumur 26 tahun dari Metro yang merupakan hasil tracing dari pasien 470 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.
Kemudian pasien 643, 644, 645 dari Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien 501, 502 dan 503 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.
Pasien 646 berumur 35 tahun seorang perempuan dari Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien 505 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri
Lalu pasien 647 perempuan 43 tahun dari Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien nomor 443 dan 459 dan sedang menjalani isolasi mandiri.
Pasien 648-649 warga Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien nomor 485 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.
Pasien nomor 650 seorang laki-laki berumur 19 tahun dari Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien nomor 555 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.
Kemudian pasien 651 laki-laki berumur 30 tahun dari Bandar Lampung yang merupakan kasus baru dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.
Lalu pasien 652 laki-laki berumur 49 tahun dari Bandar Lampung yang merupakan kasus baru saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit yang ada di Provinsi Lampung.
Selanjutnya pasien 653 laki-laki 49 tahun dari Kabupaten Lampung Selatan merupakan kasus baru dan diisolasi mandiri di suatu tempat.
Lalu pasien 654 perempuan 25 tahun dari kabupaten Pringsewu merupakan hasil tracing dari kasus konfirmasi positif Corona asal kota Malang Jawa Timur.
Pasien ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah singgah di Pringsewu.
Lalu pada hari ini juga pasien yang selesai ada 10 orang yaitu dari kota Bandar Lampung ada 7 orang, Lampung Selatan 2 orang dan dari Lampung Tengah 1 orang.
Mereka yang sembuh diantaranya nomor 383 laki-laki 58 tahun dari Bandar Lampung, pasien 384 perempuan 57 tahun dari Bandar Lampung.
Pasien 385 aki-laki 35 tahun dari Bandar Lampung, pasien 396 perempuan 44 tahun dari Bandar Lampung dan pasien 423 perempuan berumur 29 tahun Lamteng.
Kemudian pasien 427 laki-laki 2 tahu dari Bandar Lampung, 428 perempuan 29 Warga Bandar Lampung.
Pasien 435 berumur 54 tahun perempuan warga Bandar Lampung, pasien 448 laki-laki 65 tahun Lamsel.
Pasien 449 berumur 41 tahun perempuan Lamsel, sweb yang diperiksa totalnya ada 9.585 sweb dan hasil positif 1.170 kasus dan angka reproduksi efektif Lampung mencapai 0,73.
Dijelaskan oleh Kadiskes Lampung ini bahwa memang ada dosen Unila yang meninggal dunia di RSUDAM.
"Betul dosen itu sudah meninggal dunia dan diperiksa konfirmasinya suspek dan hasil swebnya belum keluar," kata Reihana
Jadi sampai saat ini pasien tersebut belum bisa dipastikan meninggal dunia karena Covid-19 atau bukan.
Tetapi jika pasien sudah suspek atau probabble maka pemulasaran jenazah dengan cara pasien Covid-19.
Memang kemarin swebnya diambil dan baru diputar hari ini dan baru besok sore bisa diketahui hasilnya apakah karena corona atau tidaknya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Lampung bahwa dosen MJ tersebut merupakan dosen Fakultas Teknik Unila pada 13 September lalu pulang dari Jakarta pukul 03.00 wib sampai dirumahnya di Sukareme.
Tetapi pada selang 60 menit MJ ini mengeluhkan sakit sesak napas atau asma dan langsung di bawa RSUDAM.
Pada pukul 17.00 WIB MJ ini dibawa masuk ke ruang isolasi Covid-19 di RSUDAM dan pada pukul 23.00 WIB dinyatakan meninggal dunia di Ruang isolasi oleh Dokter RSUDAM.(byu)