Breaking News:

Tribun Pringsewu

Alasan Terdesak Utang, Buruh di Pringsewu Nekat Curi Tablet di Rumah ASN

Petugas juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa satuunit Tablet Evercross warna hitam.

Dokumentasi
Tablet Evercross yang dicuri oleh pelaku RA. Alasan Terdesak Utang, Buruh di Pringsewu Nekat Curi Tablet di Rumah ASN 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - RA (20) seorang buruh warga Dusun Ujung Gunung Pekon Pardasuka Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu nekat masuk rumah orang lewat jendela mencuri Tablet Evercross senilai Rp 1,7 juta.

RA mencuri di kediaman seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Suaidi (50) warga Dusun Margabatin, Pekon Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Senin, 14 September 2020 pukul 02.00 WIB.

Kini RA harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tertangkap oleh petugas Polsek Pardasuka.

Kepala Polsek Pardasuka AKP Lukman Hakim mengungkapkan pelaku RA dibekuk saat sedang berada di kediamannya, Selasa 15 September 2020 pukul 18.00 WIB.

"Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan upaya perlawanan," ujar Lukman mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Rabu, 16 September 2020.

Petugas juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa satuunit Tablet Evercross warna hitam.

Tepergok Warga Hendak Curi Motor, Salah Satu Pelaku Sempat Acungkan Senpi 

Penusuk Syekh Ali Jaber Dijerat Pasal Berlapis, Rumah Tersangka Disisir Densus 88

Kepada polisi, pelaku RA mengakui benar telah melakukan pencurian tablet di rumah korban Suaidi.

Pelaku mengaku hanya melakukan pencurian tersebut seorang diri.

Lukman menceritakan pelaku RA mencuri Tablet tersebut dengan cara masuk ke dalam rumah melalui jendela yang kebetulan memang tidak dikunci.

RA mengambil Tablet yang posisinya sedang dicas terletak di atas meja TV ruang tengah rumah korban.

Rencananya barang hasil curian tersebut oleh pelaku akan dijual dan uangnya akan dipergunakan untuk membayar utang pelaku.

Pelaku beralasan melakukan pencurian tersebut karena terdesak masalah utang.

Atas perbuatannya, RA dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved