Berita Nasional

Pamit ke Warnet untuk Kerjakan Tugas Sekolah, Siswi SMP di Bandung Dilaporkan Hilang

Pamit pamit ke warnet untuk nge-print, seorang siswi SMP Mahardika di Bandung Barat, Jawa Barat dilaporkan hilang

ist/tribunnews
Meisya Nestya Restian Dhani (13) dilaporkan hilang tak pulang ke rumah sejak Rabu (16/9/2020). Pamit ke Warnet untuk Kerjakan Tugas Sekolah, Siswi SMP di Bandung Dilaporkan Hilang 

TRIBUNLAMPUNG.CO,UD, BANDUNG - Pamit pamit ke warnet untuk nge-print, seorang siswi SMP Mahardika di Bandung Barat, Jawa Barat  dilaporkan hilang sejak Rabu (16/9/2020).

Meisya Nestya Restian Dhani (13) siswi SMP Mahardika, Kabupaten Bandung Barat tak kembali pulang ke rumahnya tanpa keterangan.

Pihak keluarga sudah menghubungi sekolah dan juga teman-teman Meisya tapi tak juga mendapat petunjuk keberadaannya.

Terakhir berhubungan dengan keluarga, Meisya hanya izin untuk pergi ke warnet untuk menyelesaikan tugas dari sekolah. 

Informasi dari saudaranya bernama Deni menyebutkan Meisya yang hendak nge-print tugas sekolahnya di warnet sekitaran daerah Babakan Cianjur, Cikandang, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Tapi hingga berita ini diturunkan, Meisya tak kunjung pulang sejak Rabu sampai saat ini.

Nasib Emak-emak di Sumedang setelah TikTok Gunting Bendera Merah Putih

Ayahnya Menghilang, Artis Marshanda Tulis Pesan Haru soal Masa Lalunya

Gadis di Palembang Mendadak Hilang Saat Main Petak Umpet

"Kemarin ke warnet mau ngeprint tugas sekolah, izin ke orangtuanya sekitar pukul 09.30 WIB pagi, tapi hingga sekarang enggak pulang-pulang," ujar Deni kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (17/9/2020).

Deni mengatakan belum diketahui alasan Meisya meninggalkan rumah, sebab kata dia, tidak ada masalah di rumahnya itu dan dia juga jarang keluar rumah.

Korban meninggalkan rumah mengenakan kaus berwarna biru, celana jins biru, dan memakai kerudung warna biru, serta sandal baim warna merah.

"Orangtuanya sudah lapor ke Polsek Padalarang, dan sudah menanyakan kepada guru dan teman-temannya namun belum ada kabar sampai sekarang, " ujarnya.

Gadis di Palembang hilang saat main petak umpet

Keluarga Golkariyanto (43) tengah bersedih. Warga Dermoaga Stasiun Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang, itu kehilangan sang anak, Yolanda.

Gadis berusia 17 tahun itu dikabarkan hilang setelah bermain petak umpet bersama adiknya.

Atas peristiwa tersebut, sang ayah Golkariyanto melapor ke Polrestabes Palembang, Rabu (2/9/2020).

Dikatakan Golkariyanto, Yolanda semula sedang bermain petak umpet bersama adiknya Fajar (7) tak jauh dari tempat tinggal mereka di kawasan Dermoaga Stasiun Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang pada Senin (31/8/2020).

 9 Tersangka Pesta Seks Gay di Kuningan, Polisi Ungkap Peran Masing-masing

 Oknum Satpam Diduga Tipu Nasabah, Pihak Bank Enggan Beberkan Rekaman CCTV

 Sosok Eri Cahyadi Calon Suksesor Risma di Kota Surabaya

Saat bermain, Yolanda meminta adiknya untuk berjaga dan menutup mata karena permainan akan berlansung.

Ketika membuka mata, Fajar pun mencari Yolanda yang sedang bersembunyi.

Namun, kakak perempuannya tersebut tak kunjung ditemukan sampai malam hari.

"Anak saya pulang ke rumah bilang kakaknya hilang. Kmai langsung mencari tapi tidak ketemu,"kata Golkariyanto saat membuat laporan.

Pihak keluarga berupaya mencari anak gadisnya ke rumah teman sekolahnya.

Akan tetapi, mereka juga tak kunjung mendapatkan petunjuk keberadaan Yolanda.

Selama ini, menurut Golkariyanto, anak perempuannya tersebut tak pernah bermasalah. Bahkan, setiap bermain, ia selalu pulang ke rumah.

"Tidak ada masalah apa-apa di rumah. Kami juga bingung,"ujarnya.

Yolanda terakhi menghilang menggunakan bakai baju biru kotak-kotak celana panjang dan memiliki rambut pendek.

Pihak keluarga pun berharap bagi siapapun yang melihat keberadaan Yolanda untuk menghubungi ke nomor 0895 4183 776 77.

"Saya harap anak saya cepat ketemu," harapnya.

Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri membenarkan laporan tersebut telah diterima.

"Laporannya atas kehilangan, karena anak dari korban telah hilang sejak Senin kemarin. Sekarang masih dilakukan penyelidikan," ujar Heri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved