Berita Nasional
Faktor Bucin Disebut Bikin Laeli Ikut Bunuh Rinaldi
Pakar atau ahli viktimologi Yusri Yunus ikut buka suara terkait kasus pembunuhan dan mutilasi HRD Rinaldi.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pakar atau ahli viktimologi Yusri Yunus ikut buka suara terkait kasus pembunuhan dan mutilasi HRD Rinaldi.
Yusri Yunus menyoroti sosok Laeli Atik salah satu pelaku yang juga pacar dari pelaku lainnya, Fajri.
Yusri Yunus menilai ada faktor bucin atau budak cinta dalam kasus Laeli Atik.
Pasalnya, wanita tersebut dikenal sebagai wanita yang pintar dari segi akademis.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan, Laeli Atik Supriyatin tercatat pernah bekerja di sebuah perusahaan besar terkemuka.
Hal tersebut karena memang sejak SMA, Laeli Atik termasuk siswi pintar bahkan pernah ikut olimpiade Kimia.
Tak heran, Laeli Atik pun diterima kuliah di universitas ternama di Indonesia.
• Atta Halilintar dan Aurel Akan Menikah, Disebut Akan Ada Godaan Wanita
• Ibu Tersangka Penusukan Syekh Ali Jaber Menangis Lihat Sang Anak Dimasukkan Ruang Tahanan
"Saat SMA dulu pernah ikut olimpiade Kimia tingkat provinsi. Terus kuliah di salah satu universitas terkenal di Jakarta," ujar Yusri Yunus.
"Sempat juga jadi asisten dosen dan mengajar les para mahasiswi," tambahnya.
Namun di masa pandemi Covid-19, disebutkan Yusri Yunus, Laeli Atik berkenalan dengan Fajri, DAF yang kini jadi kekasihnya.
Meski begitu, tak disangka bahwa DAF ini adalah masih berstatus suami orang.
Sehingga, banyak yang menyebut bahwa Laeli Atik ini adalah pelakor. Namun Laeli Atik seolah tak peduli.
"Setelah masa pandemi Covid-19, L menganggur, kemudian berkenalan lah dengan DAF, kemudian mereka berpacaran," ucap Yusri Yunus.
Menurutnya, tersangka Laeli Atik ini melakukan kesalahan yang amat sangat fatal.
"Di sini tersangka berpendidikan tinggi lulusan kampus terkenal di Indonesia, tapi kemudian dia melakukan suatu perbuatan yang sangat fatal," singgung Heru.
Tak hanya soal latar belakang pendidikan, kisah Laeli Atik yang diduga menjadi pelakor atau perebut laki orang pun makin membuat kasus ini punya analisis berbeda.
"Berhubungan dengan pria yang sudah menikah dengan orang lain, dia juga punya catatan selingkuh ataupun pelakor (perebut laki orang) dengan suami orang," lanjut Heru.
"Artinya ini suatu hal yang menarik untuk dikaji," tambahnya.
Ia turut menyoroti bagaimana Laeli Atik berupaya menjerat korban dengan iming-iming hubungan seksual.
Diketahui Laeli Atik meminta bertemu dengan HRD Rinaldi dengan menyewa sebuah apartemen selama tiga hari.
Padahal aksi Laeli Atik ini sengaja untuk menjebak dan merampas harta benda milik korban HRD Rinaldi.
"Bagaimana suatu ada jebakan melalui pendekatan seksual, melalui perangkat di sosial media, berlanjut hubungan seksual, kemudian ada kekerasan, akhirnya terjadi pengambilan harta, kekerasan yang tujuannya perampokan," papar Heru.
"Ini mungkin fenomena yang tidak terlalu umum. Apalagi ini perempuan yang melakukannya, umumnya laki-laki. Ternyata perempuan pun bisa melakukan kekerasan dengan dalih intimate," tambah dia.
Setelah itu, sang pakar pun menyebut adanya faktor bucin atau budak cinta yang membuat Laeli Atik nekat membunuh HRD Rinaldi.
Sehingga akal sehat dan nalar serta kepintaran Laeli Atik yang selama ini diperoleh menjadi hilang setelah bertemu Fajri.
"Teori berikutnya adalah karena bucin budak cinta, nalar jadi hilang, akal sehat jadi hilang. Dan dia sangat tercokok dengan orang yang dia cintai.
Yang notebene-nya adalah suami orang. Kemudian dia mengikuti apa saja yang disuruh oleh sang Pacar.
Walaupun sebenarnya dia punya kehendak bebas, dia punya hak untuk tidak mengikutinya.
Apalagi dia seorang intelektual, lulusan kampus ternama.
Barangkali dia kehilangan akal sehat dan nalar karena bucin tadi," papar Heru.
Sama seperti pakar atau ahli vitimologi Heru Susetro, ibunda tersangka, Masliha juga mengaku banyaknya perubahan yang terjadi pada Laeli Atik setelah pacaran dengan Fajri.
Setelah pacaran dengan Fajri, Laeli Atik tak pernah pulang ke kampung halamannya di Tegal
Masliha mengungkap kesulitannya mencari Laeli Atik.
Masliha mengaku terakhir kali bertemu Laeli Atik pada tahun lalu, tepatnya Oktober 2019.
"Kalau ketemu tahun kemaren ketemu juga udah last contak bulan oktober tahun lalu,
ibu ke Jakarta ya nyari-nyari, sekali-kalinya itu waktu udah lepas kontak, pas ketemu gitu ,
sampai bulan kemaren agustus bapaknya juga nyari gak ketemu," kata Masliha dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Tribun Jateng.
Niat Masliha bertemu tak lain untuk menyuruh Laeli Atik pulang.
Namun Laelli Atik justru menolak ajakan sang ibu.
Menurut Masliha saat itu Laeli Atik beralasan ingin mencari pekerjaan di Jakarta.
"suruh pulang aja dulu, gak mau ntra aja saya lagi nyari kerjaan," kata Masliha.
Masliha juga mengetahui hubungan Laeli Atik dengan Fajri.
Malahan Masliha melihat perubahaan sangat drastis dari Laeli Atik sejak kenal Fajri.
"Drastis, setelah kenal Fajri, ibaratnya kayak yang diperalat,
wajah berubah, ya Allah kok lain," kata Masliha. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Demi Fajri, Laeli Atik Nekat Bunuh HRD Rinaldi Meski Pintar, Pakar: Akal Sehat Hilang Karena Bucin