Kasus Corona di Lampung

Satgas Covid-19 Bandar Lampung Klaim Tidak Ada Klaster Perkantoran di Bandar Lampung

Satgas Penanganan Covid-19 Bandar Lampung, mengklaim tidak ada klaster pemerintahan hingga saat ini, Minggu (27/9/2020).

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi. Satgas Covid-19 Bandar Lampung Klaim Tidak Ada Klaster Perkantoran di Bandar Lampung. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Bandar Lampung, mengklaim tidak ada klaster pemerintahan hingga saat ini, Minggu (27/9/2020).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi mengatakan, peningkatan upaya pencegahan Covid-19 terus dilakukan setiap harinya, termasuk di seluruh lingkungan kantor pemerintahan.

Terkait, sejumlah ASN yang terpapar, ia menegaskan, bahwa yang bersangkutan tidak menularkan ke rekan kerjanya.

"Perihal ada saat kantor dinas yang ditutup, itu dalam upaya sterilisasi tempat," kata Ahmad Nurizki Erwandi, Minggu (27/9/2020).

Untuk diketahui, hingga 4 Oktober 2020, kantor Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi dan UKM Bandar Lampung ditutup.

Kasus Corona di Lampung Tambah 12 per Sabtu, 26 September 2020, 1 Perawat Positif Covid-19

Pesisir Barat di Tangan Pjs Bupati, Chrisna Putra Coba Maksimalkan Potensi Ekonomi Kreatif

"Kalau Dinas Perhubungan itu pegawainya (terjangkit Covid-19). Kalau Dinas Koperasi dan UKM keluarga salah satu staf, yang mana hubungan staf dan keluarganya cukup erat. Jadi untuk antisipasi saja," terang Ahmad Nurizki Erwandi.

Hal serupa dijelaskan pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli.

Menurutnya, tidak ditemuinya ASN yang mempunyai riwayat paparan Covid-19 akibat tertular dari ASN yang sebelumnya terjangkit.

"Tracing (pelacakan) dari AH (kepala dinas di lingkungan Pemkot Bandar Lampung), dari 113 orang yang ditracing, semuanya nonreaktif," kata Edwin Rusli.

Untuk informasi, AH dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 Jumat (25/9/2020).

Sebelumnya, juga diketahui terdapat seorang kepala bidang, DN, yang bertugas di salah satu dinas di Pemkot setempat juga tidak terdapat tracing kantor pemerintah yang rapid testnya menunjukkan hasil reaktif.

Saat itu, sebanyak 260 pegawai yang bekerja di Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan rapid tes pada, Selasa (18/8/2020).

(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved