Kasus Corona di Pringsewu
Sudah Zona Kuning, Warga Pringsewu Diimbau Tetap Disiplin Protokol Kesehatan
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pringsewu dr Nofli Yurni meminta masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik B
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pringsewu dr Nofli Yurni meminta masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.
Menurut dia, penurunan status Pringsewu dari zona oranye ke kuning jangan lantas membuat masyarakat lalai.
"Zona berkaitan dengan penentuan kegiatan di tingkat kabupaten. Untuk kegiatan tetap harus memperhatikan protokol kesehatan," ujar Nofli, didampingi Kepala Diskominfo Pringsewu Samsir Kasim, Senin (28/9/2020).
Ditambahkan Nofli, dalam penyelenggaraan pendidikan maupun pernikahan, hal terpenting adalah memperhatikan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, pakai handsanitizer, dan menjaga jarak (physical distancing).
Selain itu, dia menyarankan supaya tidak membuat kerumunan.
Dia mengungkapkan untuk pendidikkan di Bumi Jejama Secancanan sudah boleh mempersiapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.
• BREAKING NEWS Gadis 18 Tahun di Pringsewu Terjangkit Covid-19
• Kerja di Palembang, Warga Pringsewu Positif Covid-19 Diisolasi di Rumah Singgah
Sebelumnya diberitakan, seorang warga Pringsewu yang bekerja di Palembang, Sumatera Selatan diisolasi karena terjangkit Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Nofli Yurni mengungkapkan, pasien tersebut berinisial F.
Nofli menjelaskan, sehari-hari F bekerja dan tinggal di Palembang.
Namun, keluarganya berdomisili di Kelurahan Pringsewu Timur, Pringsewu.
Nofli mengatakan, F tercatat sebagai kasus Covid-19 di Palembang, bukan Pringsewu.
"Tugasnya di Palembang menurut kronologinya, sehingga datanya masuk ke Palembang," kata Nofli, didampingi Kadiskominfo Pringsewu Samsir Kasim, Senin (28/9/2020).
Sebelumnya, warga asal Martapura, Sumatera Selatan juga diisolasi di Rumah Singgah Covid-19 Tribun Pringsewu karena positif corona.
Namun, ia tidak tercatat sebagai kasus Covid-19 di Pringsewu.
Alasannya, yang bersangkutan hanya singgah di Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu.
Saat ini pasien sudah pulang ke Martapura.
Ironisnya, dari hasil tracing warga Martapura tersebut, didapati ada satu warga Patoman, Kecamatan Pagelaran yang tertular Covid-19.
Pasien 17 itu dirawat di Rumah Singgah Covid-19 Pringsewu.
Saat ini pasien sudah dinyatakan sembuh dan dijadwalkan pulang hari ini.
Gadis 18 Tahun Tertular Covid-19
Kasus Covid-19 di Pringsewu bertambah satu, Senin (28/9/2020).
Dengan demikian, total kasus virus corona di Bumi Jejama Secancanan menjadi 18 kasus.
Satu kasus Covid-19 terakhir adalah seorang gadis berusia 18 tahun asal Kecamatan Ambarawa, Pringsewu.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni mengungkapkan, pasien 18 tersebut melakukan perjalanan dari Jakarta.
Nofli menceritakan kronologi terjangkitnya pasien 18.
"P18 merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta. Tiba di Ambarawa 19 September 2020 via travel," kata Nofli, didampingi Kadiskominfo Pringsewu Samsir Kasim, Senin.
Ditambahkan Nofli, yang bersangkutan mempunyai keluhan flu dan batuk, serta berkurangnya indera penciuman.
Kemudian pada 20 September 2020, pasien berkunjung ke rumah kakek dan neneknya.
Sehari kemudian ia menelepon bidan desa untuk menyampaikan keluhannya.
Saat ini, kata Nofli, pasien disarankan untuk menjalani karantina.
Selanjutnya bidan desa berkoordinasi dengan petugas surveilans dan melapor ke Dinas Kesehatan Pringsewu.
Pasien menjalani uji swab pada 22-23 September 2020.
Hasilnya keluar pada 26 September 2020 dan dinyatakan positif Covid-19.
• BREAKING NEWS Naik Ambulans, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto Masuk Ruang Isolasi RSUD
"Kondisi saat ini tidak bergejala dan dilakukan isolasi mandiri di rumah," kata Nofli.
Dari 18 kasus di Pringsewu, 16 di antaranya sudah dinyatakan sembuh. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik B)