Video Berita
Gugus Tugas Pringsewu Imbau Masyarakat Tidak Beri Stigma kepada Pasien Covid-19
Masyarakat Pringsewu, Lampung diminta tidak memiliki stigma terhadap pasien Covid-19.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu mengimbau aparatur pekon dan kelurahan memberi pemahaman kepada masyarakat.
Hal itu supaya masyarakat tidak memiliki stigma terhadap pasien Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu, Nofli Yurni meminta itu karena mayoritas pasien yang telah dinyatakan sembuh merasa sedih.
"Karena masyarakat memandangnya (Covid-19) sebagai suatu penyakit aib," kata Nofli Yurni, Rabu, 30 September 2020.
Bahkan, tambah dia, terkadang masyarakat berlebihan dengan melakukan demonstrasi dan mengusir si pasien segera angkat kaki dari rumahnya.
"Bayangkan kalau itu terjadi pada diri kita, padahal dia (penderita Covid-19), bila tanpa gejala klinis bisa diisolasi mandiri di rumah," ujar Nofli Yurni.
• Bupati Sujadi Ajak Masyarakat Pringsewu Bangkit dari Dampak Buruk Covid-19
• Balita di Pringsewu Tertular Covid-19 dari Ayahnya yang Datang dari Palembang
• Tak Terlihat Sejak Magrib, Kakek di Pringsewu Ditemukan Tewas di Kolam Ikan Belakang Rumah
Dia mengatakan, dalam panduan penanganan Covid-19 revisi kelima telah disampaikan keputusan Mentri Kesehatan terkait pasien tanpa gejala klinis bisa diisolasi di rumah.
"Pasien ini bisa dirawat di rumah sendiri, yang diistilahkan isolasi mandiri," tuturnya.
Jadi, lanjut dia, apa bila tidak ada gejala klinis, tidak harus diisolasi di rumah sakit atau pun rumah singgah.
Dia berpesan, apabila ada seorang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, jangan memandang orang yang terkena ini sebagai stigma buruk.
Karena, menurut Nofli, Covid-19 bisa mengenai siapa saja.
Selain itu, tidak ada orang yang ingin terkena virus Corona.
Dia pun memohon kepada camat, lurah, RT, dan RW agar menyampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa penyakit ini bukan penyakit yang harus dikucilkan orang.
Menurutnya akan lebih berbahaya apa bila ada orang yang hasil swab terkonfirmasi positif tidak menyampaikan dengan jujur.
Saksikan video berita selengkapnya di sini:
(Tribunlampung.co.id/Robertus Didik)
Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar