Tribun Lampung Tengah

Mentan Syarif Yasin Limpo Akan Resmikan Kartu Petani Berjaya di Lampung Tengah

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo direncanakan menghadiri peresmian Kartu Petani Berjaya (KPB) pada 6 Oktober 2020 di Desa Tempuran, Kecamatan Tri

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Pemprov Lampung
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (tengah) memimpin rapat persiapan peresmian Kartu Petani Berjaya yang akan dihadiri Mentan Syahrul Yasin Limpo. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo direncanakan menghadiri peresmian Kartu Petani Berjaya (KPB) pada 6 Oktober 2020 di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.

Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat dalam rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, Jumat (2/10/2020).

Taufik Hidayat menjelaskan, peresmian Kartu Petani Berjaya akan diawali dengan panen padi, olah tanah dan tanam di Desa Tempuran.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU KPB antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan pihak perbankan, penyerahan KUR, penyerahan asuransi, dan bantuan-bantuan lainnya, baik dari menteri maupun Pemerintah Provinsi Lampung.

Rencana peresmian sumur bor akan dilakukan di tempat terpisah yang berlokasi di Desa Trimulyo, Kabupaten Pesawaran.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, Lampung sudah menjadi lokomotif pertanian di Indonesia.

Gubernur Arinal Djunaidi Akan Undang 4 Menteri saat Peresmian Kartu Petani Berjaya Oktober 2020

Gubernur Arinal Sebut Ulu Belu Jadi Pilot Project Kartu Petani Berjaya

Dia berharap perbankan dapat mendukung penuh program Kartu Petani Berjaya (KPB) yang diinisiasi oleh Pemprov Lampung.

Karena program ini diharapkan akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam rangka pengelolaan sumber daya pertanian dan membantu para petani.

Pemerintah bertanggung jawab mendorong pembangunan pertanian dengan memfasilitasi kebutuhan petani melalui kredit usaha rakyat (KUR).

Menyiapkan benih dan menyiapkan pupuk, sehingga akan meningkatkan produktivitas pertanian.

KUR diharapkan menjadi sarana untuk mendukung peningkatan usaha yang dilakukan petani.

Disamping kegiatan bercocok tanam yang dilakukan secara rutin oleh para petani.

"Menurut saya hampir semua orang Indonesia makan beras. Namun, jarang sekali yang memikirkan petani," kata Arinal.

Hal ini wujud janji kerjanya untuk mengangkat para petani dan diharapkan kepada seluruh jajarannya agar mendukung secara penuh program tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved