Tribun Lampung Utara

Ika SMAN 4 Kotabumi Galang Dana untuk Geisa Bocah Penderita Jantung Bocor di Lampung Utara

Geri Saputra (Orang Tua Geisa), menuturkan Geisa menderita sakit jantung bocor sebenarnya sejak lahir tetapi baru ketahuan saat usianya 6 bulan

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Ika SMAN 4 Kotabumi Galang Dana untuk Geisa Bocah Penderita Jantung Bocor di Lampung Utara 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia masih mengkhawatirkan, terkhusus di Lampung Utara yang masih zona kuning.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ikatan Alumni SMAN 4 Kotabumi tahun 2010 dengan melakukan penggalangan guna membantu Geisa Syakira Ghaniya (10) Putri dari pasangan Geri Saputra dan Meta Else Arisandi beralamat jalan Kemala Indah No. 05 Desa Blambangan Kecamatan Blambangan Pagar menderita sakit jantung bocor.

Herkanto, Ketua Alumni SMAN 4 Kotabumi angkatan 2010 mengungkapkan rasa prihatin dan empati yang membuat kami semua tergerak untuk menggalang dana guna membantu meringankan beban biaya berobat adik Geisa. 

“Semoga dengan gerakan peduli ini masyarakat lainnya bisa ikut tergerak untuk membantu adik Geisa sehingga bisa berobat dan sehat kembali,” katanya, Sabtu 3 Oktober 2020.

Gejala Penyakit Lemah Jantung

UPDATE Covid-19 di Lampung, Bertambah 25 Kasus dan 3 Meninggal Dunia

Sementara, Geri Saputra (Orang Tua Geisa), menuturkan Geisa menderita sakit jantung bocor sebenarnya sejak lahir tetapi baru ketahuan saat usianya 6 bulan.

“Mau berobat tidak ada uang. Saya bawa ke Cipto pun pinjem uang bank. Makanya baru ketauan umur 6 bulan,” ujar Geri Saputra.

Geri, juga menyampaikan sampai saat ini bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara belum ada.

Padahal ia mengaku sudah mengajukan permohonan kepada Dinas Kesehatan tapi sampai saat ini belum ada kabarnya.

“Besar harapan semoga pemerintah daerah melalui instansi terkait khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dapat membantu untuk perobatan anak kami Geisa. Karena kami hanya bekerja ngojek dan honor, yang tentunya berharap ada bantuan dari semua pihak,” katanya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved