Pembobolan ATM di Bandar Lampung

Polisi Masih Selidiki Kasus Pembobolan ATM di Minimarket Rajabasa

Kapolsek Kedaton, AKP Roni Tirtana mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari TKP.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Inafis Polresta Bandar Lampung
Polisi Masih Selidiki Kasus Pembobolan ATM di Minimarket Rajabasa 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polisi hingga sampai saat ini tengah melakukan penyelidikan pembobol ATM di minimarket yang ada di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa, Bandar Lampung.

Kapolsek Kedaton, AKP Roni Tirtana mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari TKP.

"Masih lidik," ujar Roni, Senin (5/10/2020).

Masih kata Roni, tim Inafis Polresta Bandar Lampung juga sudah melakukan olah TKP di lokasi.

"Kemungkinan kasus ini akan ditangani oleh Polresta, saya masih berkoordinasi dengan Kasatreskrim," tandas Roni.

BREAKING NEWS Mesin ATM di Minimarket Rajabasa Dibobol Pencuri, Pelaku Diduga Lebih dari Satu Orang

Kasus Corona di Lampung: 3 Zona Oranye dan 698 Pasien Sembuh

Mahasiswa Itera Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Jadi Teks dan Suara, Membaca Gerakan Tangan

Ratusan Juta Raib

Mesin ATM dikuras hingga ratusan juta, minimarket hanya merugi rokok.

Informasi yang dihimpun, uang yang digasak oleh pembobol ATM mencapai Rp 110 juta.

Namun Bayu Saputra pegawai minimarket mengaku tak mengetahui uang yang terkuras dalam mesin ATM.

"Saya tidak tahu," ujarnya, Senin (5/10/2020).

Bayu sendiri mengatakan jika beberapa rokok yang ada dietalase dibawa kabur.

"Sementara kerugian lain rokok, estimasi kami belum tahu," tandas Bayu.

Pakai Mesin Las

Cek kondisi toko, Bayu Saputra mendapati mesin ATM sudah rusak.

Bayu Saputra pegawai minimarket mengatakan setelah mendapati gembok pintu rolling door minimarket rusak, ia berusaha masuk.

"Pas masuk, ATM sudah rusak," beber Bayu, Senin (5/10/2020).

Bayu menuturkan selain mesin ATM ia juga melihat rokok yang ada di rak sudah berserakan.

Masih kata Bayu, ia langsung melakukan pengecekan semua sudut ruangan namun tidak hal yang mencurigakan.

"Jadi pelaku ini diduga masuk lewat depan," terang Bayu.

Bayu pun mengakui jika pelaku pembobol ATM ini bekerja sangat rapi lantaran tidak ada barang bukti yang ditinggal bahkan server cctv minimarket dibawa lari.

"Kalau ATM kayaknya pakai mesin las, karena banyak sisa bahan terbakar," tandas Bayu.

Pintu Gembok Rusak

Aksi pembobolan ATM diketahui setelah salah satu pegawai hendak membuka toko minimarket.

Bayu Saputra pegawai minimarket, mengaku mengetahui tempat kerjanya disatroni maling saat akan membuka toko.

"Saya datang itu jam 6.13 wib tadi pagi," ungkap Bayu, Senin (5/10/2020).

Lanjut Bayu, saat akan membuka minimarket ia kaget jika gembok yang ada di rolling door minimarket sudah tidak ada.

"Pintu depan sudah rusak, saya langsung kontak atasan," tandas Bayu.

Sebelumnya diberitakan sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Rajabasa dibobol maling, Senin (5/10/2020).

Mesin ATM yang dibobol maling ini tepatnya berada di Minimarket yang terletak di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa.

Informasi yang dihimpun, pelaku pencurian melakukan pembobolan sekitar pukul 04.30 wib.

Dimana saat minimarket tersebut kosong tidak ada yang menjaga.

Pelaku pembobolan sendiri diduga lebih dari satu orang.

Pelaku sendiri masuk kedalam minimarket melalui pintu depan, dengan merusak gembok pintu minimarket. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved