Tribun Bandar Lampung
Kadiskes Edwin Rusli Klaim Grafik Kasus DBD di Bandar Lampung Alami Penurunan
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menyebut grafik kasus demam berdarah dengue (DBD) terus mengalami penurunan.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menyebut grafik kasus demam berdarah dengue (DBD) terus mengalami penurunan.
"Tren DBD menurun hingga saat ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli saat diwawancara di lingkungan Kantor Pemerintahan Kota Bandar Lampung, Selasa (6/10/2020).
Ia menyebut, sejak puncak kasus Maret lalu, jumlah penderita DBD trrus menurun pada bulan-bulan berikutnya.
"Mulai April lalu, kasus DBD terus melandai secara stabil, ungkapnya.
Ia merinci bentuk data penurunan penderita DBD di Kota Tapis Berseri per akhir September ialah sebagai berikut:
• Antisipasi Demam Berdarah, Warga Bandar Lampung Tidur Pakai Kelambu, Nuryani: Takut Digigit Nyamuk
• Bawaslu Akan Laporkan Temuan Pelanggaran Tahapan Pilkada Bandar Lampung 2020 ke Gakkumdu
Pertama, pada awal tahun kasus DBD terus mengalami peningkatan dengan rincian Januari 63 kasus, Februari 177 kasus dan Maret 211.
Kemudian, selepas Maret, kasus DBD turun dengan stabil dalam bentuk rincian April 131 kasus, Mei 101 kasus, Juni 96 kasus, Juli 94 kasus, Agustus 71 kasus dan September 52 kasus.
"Sehingga totalnya 996 kasus hingga akhir September kemarin," sebut Edwin Rusli.
Meskipun menurun, masyarakat Bandar Lampung tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap penularan demam berdarah dangue (DBD) di tengah rutinitas kenormalan baru saat ini.
Menurut Edwin Rusli, kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan, terutama untuk tetap menjalankan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.
"Partisipasi masyarakat harus terus ditingkatkan, terlebih terkait kebersihan lingkungan dengan contoh menghilangkan ganangan ataupun ruang-ruang yang memingkinkan untuk nyamuk bersarang. Termasuk menjaga kebersihan di dalam rumah," harapnya.
Edwin juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan membiasakan gerakan 3 M yakni, menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas.
Selain memberantas sarang nyamuk, warga juga diharapkan lebih sadar pada gejala penyakit tersebut dan memeriksakan diri secara lebih dini.
"Selain itu masyarakat juga menjaga asupan gizi seimbang dan meminum suplemen tambahan," kata dia.
Ia menambahkan, masyarakat bisa meminta bubuk abate di puskesmas terdekat sebagai tahapan pencegahan DBB.
"Bubuk Abate bisa diminta masyarakat di puskesmas terdekat," tambahnya.
(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)