Tribun Bandar Lampung
Antisipasi Demam Berdarah, Warga Bandar Lampung Tidur Pakai Kelambu, Nuryani: Takut Digigit Nyamuk
Warga Sukamenanti, Kedaton, Bandar Lampung, Nuryani mengatakan bak penampungan air sengaja ditutup ketika tidak dipakai.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Meminimalisasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, sejumlah masyarakat Bandar Lampung menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing dan memilih tidur menggunakan kelambu.
Warga Sukamenanti, Kedaton, Bandar Lampung, Nuryani mengatakan bak penampungan air sengaja ditutup ketika tidak dipakai agar tidak menjadi perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu juga dirinya membuang botol atau kaleng bekas untuk diangkut sokli dan membersihkan lingkungan sekitar rumah.
"Saya juga tidur memilih menggunakan kelambu karena lebih nyaman juga nggak digigit nyamuk. Terlebih ini masih musim penghujan nyamuk gampang berkembangbiak," bebernya, Sabtu (7/3/2020).
• Demam Berdarah Dengue dan Demam Dengue, Apa Bedanya DBD dan DD yang Sering Muncul Musim Hujan?
• Potret Cantik Aurel Hermansyah Pakai Hijab, Sudah Punya Keinginan Sejak SMA
• Lihat Momen Bunga Citra Lestari Ziarah ke Makam Ashraf Sinclair Ditemani Sang Putra, Noah Sinclair
• 9 Fakta PNS Meninggal Akibat Demam Berdarah di Lampung, Dirawat di Klinik karena Rumah Sakit Penuh
Warga lainnya di Segala Mider Tanjungkarang Barat Dian mengaku menggunakan lotion anti nyamuk sebagai antisipasi dari gigitan nyamuk baik saat tidur malam hari atau beraktivitas di pagi hari.
"Saya juga sengaja nggak menggantung pakaian di kamar biar nggak jadi tempat nyamuk. Selain itu ya jaga kebersihan lingkungan rumah saja dan makan makanan bergizi," papar karyawan swasta ini.
Deni Rahmadi warga Telukbetung Utara sendiri lebih senang menggunakan kelambu untuk tidur terlebih memiliki anak kecil. Ini tak lain dilakukannya demi mencegah gigitan nyamuk penyebab DBD.
"Amannya tidur pakai kelambu aja. Agak ngeri juga sih ya DBD ini apalagi tetangga ada yang udah kena, khawatir juga karena punya anak balita," terang bapak satu anak itu.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)