Kasus Corona di Lampung Utara
9 Kasus Baru di Lampung Utara, Nenek 60 Tahun Terpapar Seusai Hadiri Hajatan di Bandar Lampung
Ke-9 kasus baru itu berasal dari lima kecamatan di kabupaten Lampung Utara.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Sembilan kasus baru pasien positif virus Corona, Selasa (13/10/2020).
Ke-9 kasus baru itu berasal dari lima kecamatan di kabupaten Lampung Utara.
“Sembilan kasus baru kembali ditemukan hari ini,” terang Ketua Sekretariat Posko Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Utara, Sanny Lumi, Rabu 14 Oktober 2020.
Rincian sembilan orang adalah Nu (perempuan berusia 60 tahun dari Abungtinggi), LM (perempuan dengan usia 19 tahun asal Abung Selatan), SH (laki–laki berusia 63 dari Kotabumi).
Kemudian, ZAA (balita laki–laki berusia 10 bulan asal Kotabumi Selatan), MP (perempuan dengan usia 33 tahun warga Kotabumi Selatan), Su (laki–laki dengan umur 60 tahun warga Kotabumi Selatan).
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Lampung Tambah 24 Pasien, Banyak dari Lampung Utara 9 Orang
Baca juga: Pelaku Curanmor di Alfamart Lampung Utara Diringkus Kurang dari 2 Jam Setelah Beraksi
Kemudian AM (laki–laki berusia 35 tahun dari Abungkunang), Se (laki–laki 35 tahun warga Abungkunang), terakhir Ju (laki–laki usia 66 tahun warga Kotabumi Selatan).
Untuk kasus dari Abungtinggi, yang bersangkutan diduga terpapar virus usai menghadiri hajatan kerabatnya di Bandar Lampung pada 30 September lalu.
Sementara untuk kasus dari Abung Selatan, LM diketahui memiliki riwayat kontak denggan pasien positif sebelumnya dari Kotabumi Selatan.
“SU diketahui bekerja sebagai pedagang,” ujarnya.
Selanjutnya, untuk pasien MP, ZAA, dan SH, paparan virus didapat mereka dari pasien positif sebelumnya yang sempat pergi ke Jakarta.
Hal yang juga terjadi pada AM dan Se dari Abungkunang.
Mereka diduga terpapar virus dari pasien positif yang baru pulang dari Jakarta.
“Sedangkan pasien Ju sebelum positif sempat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Mereka seluruhnya melakukan isolasi mandiri,” terangnya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)