Tribun Bandar Lampung

TPA Bakung Bandar Lampung, Mampu Tampung Sampah hingga 10 Tahun, Sehari 800 Ton Sampah Masuk

Menurut Sahriwansyah, dengan kapasitas yang masih ada, TPA Bakung, Bandar Lampung mampu menampung sampah hingga 10 tahun lagi.

Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Kondisi di TPA Bakung, Bandar Lampung. Dalam sehari, TPA Bakung menampung 800 ton sampah. Dengan lahan seluas 14,3 hektare, TPA Bakung diperkirakan mampu menampung sampah hingga 10 tahun ke depan. TPA Bakung Bandar Lampung, Mampu Tampung Sampah hingga 10 Tahun, Sehari 800 Ton Sampah Masuk. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa) 

"Sejatinya, DLH tetap hadir sesuai tupoksinya pada pengelolaan sampah dengan melakukan pengangkutan sampah dari hulu sampai ke hilir setiap hari," ucap Sahriwansyah.

Menurut Sahriwansyah, terdapat ratusan armada pengangkut yang beroperasi setiap hari untuk mengangkut ratusan ton sampah di Bandar Lampung.

"Kita memiliki 89 unit dump truck dan 38 unit truk amrol sebagai pengangkut sampah utama," kata Sahriwansyah.

"Terdapat pula 35 mobil pikap, dan 38 motor roda tiga yang menyisir sampah-sampah baru di lingkungan dan seluruh kediaman warga Kota Bandar Lampung," lanjut Sahriwansyah.

Selain didukung ratusan armada, ia juga memastikan seluruh petugas kebersihan di bawah struktural DLH Kota Bandar Lampung selalu melaksanakan tugasnya sesuai dengan koridor.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tetap percaya akan proses pengelolaan sampah di Kota Tapis Berseri.

"Informasi yang benar adalah informasi dari kami, karena kami menggunakan data. Jika ada berita yang lain, ini bisa digunakan untuk sarana meluruskan. Sehingga tidak terjadi simpang siur di masyarakat," kata Sahriwansyah.

Pesisir Pantai Penuh Sampah

Meski Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Sahriwansyah menyatakan memiliki banyak armada untuk mengangkut sampah, namun tampaknya tidak demikian dengan sampah yang berada di sejumlah pesisir pantai Kota Bandar Lampung.

Misalnya di Kampung Baru III, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang yang kerap dipenuhi sampah.

Tumpukan didominasi kain bekas dan sampah rumah tangga berserakan hingga 200 meter panjangnya.

Sampah itu juga nampak menumpuk hingga menutupi bebatuan yang ada.

Kondisi demikian sangat memprihatinkan, mengingat kawasan tersebut merupakan daerah padat penduduk.

Salah seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya mengaku, keberadaan tumpukan sampah yang tersebut sangat mustahil dihilangkan.

"Bisa dibilang keberadaan sampah di sini abadi. Sangat sulit hilang," ujar pria paruh baya itu, awal pekan lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved