Kasus Corona di Lampung
Bertambah 13 Kasus Covid-19 di Lampung, 4 Daerah Bertahan di Zona Oranye
Empat daerah di Lampung bertahan berada di zona oranye sejak empat hari lalu. Keempatnya adalah Lampung Utara, Lampung Tengah, Metro, dan Bandar Lampu
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Empat daerah di Lampung bertahan berada di zona oranye sejak empat hari lalu.
Keempatnya adalah Lampung Utara, Lampung Tengah, Metro, dan Bandar Lampung.
"Kalau zona oranye, pasti kasusnya meningkat, dan ini menjadi perhatian kita semua," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Lampung dr Reihana, Minggu (11/10/2020).
Hari ini saja, kata dia, ada penambahan 13 kasus konfirmasi positif.
Bandar Lampung kembali menyumbang kasus terbanyak dengan 10 kasus.
Lalu disusul Lampung Tengah 2 kasus dan Lampung Utara 1 kasus.
Baca juga: Satgas Covid-19 Bandar Lampung Imbau Protokol Kesehatan Siang dan Malam
Baca juga: 4 Hari Ada 114 Kasus Baru Covid-19 di Lampung
Dari 13 kasus itu, 4 kasus baru dan 9 hasil tracing.
Sebanyak 2 orang dirawat dan 11 orang lainnya diisolasi mandiri.
Adapun 13 kasus baru itu yakni pasien 1.286 asal Lampung Tengah yang merupakan hasil tracing dari pasien 1.120.
Kondisi saat ini tidak ada keluhan dan menjalani isolasi mandiri.
Pasien 1.287 seorang perempuan berumur 62 tahun warga Lampung Tengah.
Pasien tersebut merupakan kasus baru.
Pada 10 Oktober lalu pasien ini datang ke RS swasta dengan keluhan sesak napas.
Pasien memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes melitus.
Kemudian pada 14 Oktober dilakukan swab PCR oleh petugas PKM Simpang Agung dan 17 Oktober terkonfirmasi positif corona.
Selanjutnya pasien 1.288, perempuan 53 tahun warga Lampung Utara.
Pasien hasil tracing dari pasien 1.074.
Kondisi saat ini tidak ada keluhan dan menjalani isolasi mandiri.
Pasien 1.289 perempuan berumur 29 tahun warga Bandar Lampung yang merupakan pasien hasil tracing pasien 1.065.
Kondisi saat ini tidak ada keluhan dan menjalani isolasi mandiri.
Pasien 1.290 perempuan berumur 33 tahun warga Bandar Lampung, yang merupakan kasus baru.
Pada 13 Oktober pasien berobat ke RS swasta di Bandar Lampung dengan keluhan batuk, demam, dan diambil swab.
Pasien terkonfirmasi positif pada 17 Oktober lalu.
Kondisi saat ini tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri.
Kemudian pasien 1.291 dan 1.292 warga Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien 995 dan kondisi saat ini tidak ada gejala.
Pasien 1.293 dan 1.294 merupakan warga Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien 1.030 dan kondisi saat ini tidak ada gejala sehingga isolasi mandiri.
Pasien 1.295 laki-laki berumur 49 tahun warga Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien 1.269.
Kondisinya saat ini tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri.
Pasien 1.296 seorang laki-laki berumur 28 tahun warga Bandar Lampung yang merupakan kasus baru.
Pada 13 Oktober lalu pasien berobat ke RS swasta di Bandar Lampung dengan keluhan diare, batuk, pilek, mual.
Pasien anosmia dan dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif.
Pada 15 Oktober lalu dilakukan pengambilan swab dengan hasil positif.
Kondisi saat ini bergejala dan dirawat dirawat di RS swasta di Bandar Lampung.
Pasien 1.297 perempuan berumur 49 tahun warga Bandar Lampung merupakan kasus baru.
Pada 12 Oktober pasien dibawa ke RS swasta di Bandar Lampung dengan keluhan diare, mual, sesak napas, batuk, dan hasil rontgen pneumonia.
Pada 15 Oktober lalu dilakukan pemeriksaan rapid test reaktif dan hasil swab terkonfirmasi positif.
Kondisi saat ini bergejala dan dirawat di RS swasta di Bandar Lampung.
Pasien 1.298 laki-laki berumur 3 tahun warga Bandar Lampung merupakan hasil tracing dari pasien 840.
Kondisi saat ini tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri.
Sementara itu, ada 22 pasien yang telah dinyatakan sembuh.
Meliputi Lampung Selatan 2 orang, Metro 3 orang, Lampung Tengah 7 orang, dan Bandar Lampung 10 orang.
Ada dua pasien asal Bandar Lampung yang meninggal dunia. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)