Tribun Pringsewu
Kisah Relawan Covid-19 Asal Pringsewu di RSD Wisma Atlet Kemayoran, 'Kalahkan Rasa Takut'
Albi Setia Perdana (24) mengesampingkan rasa takutnya demi misi kemanusiaan. Pemuda Pringsewu menjadi relawan Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id R Didik Budiawan C
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Albi Setia Perdana (24) mengesampingkan rasa ketakutannya demi misi kemanusiaan.
Pemuda lajang asal Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung ini rela terjun di barisan depan membantu korban yang terinfeksi virus corona.
Albi berangkat sebagai relawan medis di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat sejak 6 Oktober 2020.
Albi ketika berada di RSD Wisma Atlet bertugas membantu perawat, memonitor perkembangan kondisi pasien Covid-19.
Dia mengaku tidak takut terpapar virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina.
Baca juga: Polisi dan Jasa Raharja Sambangi Korban Tewas Kecelakaan Maut di Jalinbar Pringsewu
Baca juga: Dewi Minta Relawan Covid-19 Data ODP untuk Terima Bantuan Selama Isolasi Mandiri
"Rasanya aku nggak takut, karena rasa ketakutanku sudah kalah dengan jiwa relawanku," tutur Albi yang dihubungi melalui ponsel masih berada di Wisma Atlet, Minggu, 18 Oktober 2020.
Kendati begitu, Albi tetap waspada.
Supaya jangan sampai ceroboh, mengingat pasien di sekitarnya terkonfirmasi positif Covid-19.
Albi bertugas di tower lima RSD Wisma Atlet, yang dikhususkan bagi pasien OTG (Orang Tanpa Gejala).
Masa tugas relawan di RSD Wisma Atlet terbagi menjadi tiga sif.
Setiap sifnya memakan waktu delapan jam.
Selama itu, Albi wajib mengenakan APD (Alat Pelindung Diri), dan dilarang keras membuka APD.
Sehingga selama bertugas, Albi tidak minum dan tidak makan.
Bahkan tidak buang air kecil, dan tidak buang air besar.