Tribun Pringsewu
Kisah Relawan Asal Pringsewu di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Tak Takut Terinfeksi Namun Tetap Waspada
Albi tergabung sebagai relawan di Wisma Atlet sejak 6 Oktober 2020.Ia bertugas membantu perawat memonitor perkembangan kondisi pasien Covid-19.
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Seorang pemuda asal Kabupaten Pringsewu, Albi Setia Perdana (24), memilih menjadi relawan Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.
Ia terjun di barisan terdepan membantu pasien-pasien Covid di sana.
Seperti apa ceritanya?
Albi tergabung sebagai relawan di Wisma Atlet sejak 6 Oktober 2020.
Ia bertugas membantu perawat memonitor perkembangan kondisi pasien Covid-19.
Baca juga: Bertambah 13 Kasus Covid-19 di Lampung, 4 Daerah Bertahan di Zona Oranye
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalinbar Pringsewu yang Tewaskan Pengendara Motor
Albi mengaku tidak takut terpapar virus tersebut meski berdekatan dengan pasien-pasien Covid setiap harinya.
"Rasanya aku nggak takut, karena rasa ketakutanku sudah kalah dengan jiwa relawanku," tutur Albi yang dihubungi Tribunlampung.co.id melalui ponsel di Wisma Atlet, Minggu (18/10/2020).
Meski berada dekat dengan pasien-pasien Covid, Albi mengaku tetap waspada.
Ia mengaku tidak ingin ceroboh sehingga ikut tertular Covid.
Albi bertugas di tower 5 RSD Wisma Atlet.
Di tower ini khusus bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG).
Masa tugas relawan di RSD Wisma Atlet terbagi menjadi tiga sif.
Setiap sifnya memakan waktu delapan jam.
Selama itulah, Albi wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).
Selama delapan jam itu pula Albi dilarang keras membuka APD.
Sehingga selama bertugas, Albi tidak minum dan tidak makan.
Bahkan tidak buang air kecil dan tidak buang air besar.
Albi bisa menjadi relawan di RSD Wisma Atlet lantaran mendaftar melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI) sejak September 2020.
"Begitu daftar, Alhamdulillah langsung diterima," ujar sarjana Keperawatan Universitas Mitra Indonesia ini.
Akan tetapi Albi tidak langsung mengambil tawaran tersebut dikarenakan kabar untuk penjadwalan MCU (Medical Check Up) terlalu cepat.
Itu mengingat jarak Lampung ke Jakarta cukup jauh.
Albi mendapat kabar untuk melakukan MCU sampai empat kali.
Namun belum bisa datang ke RSD Wisma Atlet untuk dilakukan MCU.
Pada saat itu, Albi sedang fokus menjadi relawan di BPBD Kabupaten Pringsewu.
Akhirnya, Albi memenuhi panggilan yang kelima kalinya, 6 Oktober 2020.
Albi yang datang ke Wisma Atlet mengikuti serangkaian tes awal relawan.
Seperti seleksi sertifikasi, izin keluarga, medical check up, dan rapid test Corona.
Sampai saat ini, Albi mengaku masih betah sebagai relawan di RSD Wisma Atlet, Kemayoran.
Karena kegiatan relawan itu dirasa cocok bagi dirinya, peduli kepada sesama.
"Saya bangga bisa menjadi bagian relawan di Rumah Sakit Darurat Covid-19, di Wisma Atlet Kemayoran," tuturnya.
Sukaryati (50) ibunda dari Albi mengaku bangga dengan keinginan anaknya menjadi relawan di RSD Wisma Atlet, Kemayoran.
Walaupun terkadang dia merasa sedih membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. "Ibu bangga kok, Albi bisa seperti itu," tuturnya. (Tribunlampung.co.id/robertus didik)