Advertorial
Pembangunan Padat Karya Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19
Wabah Covid-19 telah menjadi pandemi global dalam waktu yang cukup singkat. Virus ini menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Kabupaten Tulangbawang Barat di Kelurahan Daya Murni dan Mulyoasri dengan dana masing-masing kelurahan sejumlah Rp 1 miliar.
Fajar Imanuel Simanjorang selaku PPK PKP Provinsi Lampung menjelaskan kegiatan padat karya Program KOTAKU tahun anggaran 2020 dilaksanakan secara swakelola masyarakat melalui Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang dipilih oleh masyarakat dan berkontrak dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Lampung.
"Dana BPM senilai Rp 1 miliar dikelola oleh masyarakat melalui LKM yang berkontrak dengan Balai PPW Provinsi Lampung dan dilaksanakan sesuai perencanaan dan aturan kontrak yang berlaku."
"Diharapkan, dana BPM senilai Rp 1 miliar di setiap kelurahan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan kumuh di lingkungan permukiman."
"Serta, memberi manfaat terhadap perekonomian masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang terlibat dalam proses pembangunan," paparnya.
Kegiatan konstruksi yang dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19 ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat, terutama di lokasi kegiatan.
Pasalnya, kegiatan dalam upaya penanganan permasalahan kumuh di lingkungan permukiman ini menyerap tenaga kerja, khususnya buruh bangunan dan pekerja lokal yang cukup banyak.
Yono selaku Team Leader OC-4 yang bertugas sebagai tim pendamping tingkat Provinsi Lampung mengungkapkan, sampai Oktober ini, tercatat sedikitnya 1.043 tenaga kerja terserap dalam kegiatan konstruksi.
"Tenaga kerja khususnya buruh bangunan dan tenaga lokal sampai Oktober ini tercatat 1.043 orang, dan akan bertambah sampai pelaksanaan konstruksi mencapai progres 100 persen."
"Para buruh bangunan telah dilatih dan mendapatkan sertifikasi buruh bangunan dan wajib melaksanakan kegiatan konstruksi dengan aturan atau protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang berlaku."
"Di antaranya memakai Alat Pelindung Diri (APD), menggunakan masker, dan wajib melaksanakan tes suhu tubuh setiap pagi ketika akan memulai pekerjaan dan sore harinya," terang Yono.
Kegiatan padat karya tunai melalui Program KOTAKU 2020 pada masa pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Seperti yang diceritakan oleh Komaryadi, seorang buruh bangunan asal Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Ia berterimakasih dengan terlaksanakan Program KOTAKU.
"Sebelumnya saya menganggur karena pandemi ini. Tapi setelah ada kegiatan pembangunan drainase dan jalan beton di lingkungan saya ini, saya merasa senang."
"Selama tiga bulan saya akan bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah Rp 100 ribu setiap harinya," tutur Komaryadi. (brb)