Tribun Pringsewu
Kaki Patah akibat Kecelakaan Setahun Silam, Warga Pringsewu Dioperasi di RS Ortopedi Surakarta
Kristia Yudhi (22), warga Pringsewu, menjalani operasi di Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso, Surakarta, Jawa Tengah.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik B
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kristia Yudhi (22), warga Pringsewu, menjalani operasi di Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso, Surakarta, Jawa Tengah.
Bapak satu anak ini mengalami patah tulang kaki kiri akibat kecelakaan satu tahun silam.
Selama itu, penyakitnya tak kunjung sembuh.
Kristia awalnya hanya mengandalkan pengobatan tradisional untuk kesembuhan patah tulangnya.
Namun kondisinya semakin buruk lantaran terjadi infeksi pada lukanya.
Petugas medis di Lampung pun menyarankan Kristia mendapat penanganan di rumah sakit khusus tulang.
Baca juga: Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut karena Tidur di Bagasi Mobil
Baca juga: Pegawai Kementerian PUPR Jadi Korban Kecelakaan, Alami Luka Serius di Kepala dan Patah Kaki
Berkat kerja sama tim SLRT Bersahaja Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu dengan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso Kementerian Sosial RI, akhirnya Kristia dibawa ke RSO Soeharso Surakarta, Senin (19/10/2020) lalu.
Tim SLRT Bersahaja turut mengantar pasien ke RSO Soeharso.
Di sana, pasien tinggal di rumah singgah sementara yang difasilitasi oleh BBRSPDF.
Agus Purnomo, technical assistant SLRT Bersahaja Pringsewu, mengatakan, Kristia sudah menjalani operasi.
"Operasinya alhamdulillah berjalan lancar, dan saat ini tinggal pemulihan saja," ujar Agus Purnomo, Jumat (23/10/2020).
Agus ikut mendampingi Kristia selama berada di sana.
Dia menerangkan, lantaran ada infeksi pada tulang Kristia, pihaknya menunggu hasil laboratorium untuk menentukan obat kultur jaringan baru.
Hasil laboratorium tersebut diperkirakan keluar sekitar dua minggu.
Sampai saat ini, Kristia masih berada di Surakarta didampingi istrinya dan pendamping sosial medis di RSO.
Tim SLRT Bersahaja akan menjemput Kristia setelah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik B)