Lakukan Diskriminasi Terhadap Muslim, Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental

menganut agama apa pun yang mereka pilih, kata Macron, tetapi tampilan luar dari afiliasi keagamaan akan dilarang di sekolah dan layanan publik.

Editor: Romi Rinando
www.abc.net.au
Recep Tayyip Erdogan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Sabtu (24/10/2020) mengecam Presiden Perancis Emmanuel Macron, atas kebijakannya terhadap Muslim dan mengatakan bahwa dia perlu " periksa mental."

"Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti ini. Pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (24/10/2020).

Macron mencanangkan mempertahankan nilai-nilai sekuler negaranya dari Islam radikal, yang membuat marah pemerintah Turki.

Hal itu, menambah daftar perselisihan antara pemimpin Perancis dan Erdogan.

Macron mengumumkan akan menerapkan pengawasan sekolah yang lebih ketat dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri.

Pada awal Oktober, Macron menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada Desember, untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Perancis.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan istrinya berfoto di dalam Hagia Sophia, Kamis (23/7/2020). Jadi trending topic #HagiaSophia, hari ini Jumat 24 Juli 2020 Shalat Jumat pertama di Hagia Sophia setelah 86 tahun.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan istrinya berfoto di dalam Hagia Sophia, Kamis (23/7/2020). Jadi trending topic #HagiaSophia, hari ini Jumat 24 Juli 2020 Shalat Jumat pertama di Hagia Sophia setelah 86 tahun. (AFP via BBC INDONESIA)

Baca juga: Dalam Pidato Melalui Televisi Erdogan Sampai 2 Kali Beri Peringatan Keras untuk Presiden Perancis

Baca juga: Presiden Tayyip Erdogan Tak Gentar Meski 4 Negara Besar Pamer Kapal Perang di Laut Mediterania

Baca juga: Sholat Jumat Pertama di #HagiaSophia Jadi Trending Topic, Presiden Erdogan Undang Paus Fransikus

 

“Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami,” katanya, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (2/10/2020).

Macron mengatakan langkah pembentukan undang-undang ditujukan untuk mengatasi masalah tumbuhnya "radikalisasi" di Perancis dan meningkatkan "kemampuan kami untuk hidup bersama".

“Sekularisme adalah dasar dari persatuan Perancis,” dia menegaskan, tetapi menambahkan bahwa tidak ada gunanya menstigmatisasi semua Muslim yang beriman.

Undang-undang mengizinkan orang untuk menganut agama apa pun yang mereka pilih, kata Macron, tetapi tampilan luar dari afiliasi keagamaan akan dilarang di sekolah dan layanan publik.

Mengenakan jilbab sudah dilarang di sekolah-sekolah Perancis dan pegawai negeri juga dilarang memakainya di tempat kerja mereka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erdogan Sindir Presiden Perancis untuk Periksa Mental"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved