Berita Nasional

Faktor Ganjar Pranowo Tertinggi dalam Survei Pilpres Salip Prabowo

Ganjar Pranowo mendapat suara tertinggi sebesar 18,7 persen hasil survei pilpres

Editor: wakos reza gautama
Tribun Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Survei Indikator Politik Indonesia mengumumkan sosok calon presiden yang kemungkinan dapat suara banyak dari publik, jika kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) dilakukan saat ini.

Pilihan capres tersebut dengan menyodorkan 15 nama kepada responden.

Di mana hasilnya, Ganjar Pranowo mendapat suara tertinggi sebesar 18,7 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, dari survei yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya hingga terakhir, Ganjar terus mengalami kenaikan keterpilihan dari responden.

Tercatat, pada Februari 2020 sebesar 9,1 persen. Pada Mei 2020 sebanyak 11,8 persen, dan Juli 2020 sebesar 16,2 persen.

"Kenaikan itu disokong dari Jawa Tengah dan Jawa Timur terjadi konsolidasi elektoral Ganjar, dan menguatnya basis PDI Perjuangan memilih Ganjar. Pemilih beretnis Jawa pun lebih memilih Ganjar," papar Burhanuddin saat merilis hasil survei Indikator secara online, Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Baca juga: Respons Gubernur Ganjar Pranowo saat Dengar Intimidasi terhadap Perawat yang Rawat Pasien Corona

Baca juga: Tak Terima Emmanuel Macron Dihina Presiden Erdogan, Perancis Panggil Duta Besarnya dari Turki

Sementara urutan kedua yaitu, Prabowo Subianto mendapat respon dari publik sebesar 16,8 persen, naik dari bulan sebelumnya hanya 13,5 persen.

Tetapi, jika dibandingkan dengan survei sebelum pandemi Covid-19, yakni pada Februari 2020.

Perolehannya sangat terjun bebas karena saat itu menjadi teratas sebesar 22,2 persen.

Sedangkan, Anies Baswedan memperoleh 14,4 persen, atau turun dari survei bulan sebelumnya sebesar 15 persen.

Adapun 15 nama yang diajukan Indikator kepada responden dengan pertanyaan, "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa gang akan bapak/ibu pilih sebegai presiden".

Ganjar Pranowo 18,7 persen.
Prabowo Subianto 16,8 persen.
Anies Baswedan 14,4 persen. 
Sandiaga Salahuddin Uno 8,8 persen. 
Ridwan Kamil 7,6 persen. 
Agus Harimurti Yudhoyono 4,2 persen. 
Khofifah Indar Parawansa 4,0 persen. 
Gatot Nurmantyo 1,4 persen. 
M. Mahfud MD 1,3 persen. 
Airlangga Hartarto 1,2 persen. 
Puan Maharani 0,9 persen. 
Erick Thohir 0,8 persen. 
Tito Karnavian 0,4 persen. 
Muhaimin Iskandar 0,2 persen. 
Budi Gunawan 0,1 persen.

Survei Indikator dilaksanakan pada 24-30 September 2020 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel yang pernah diwawancarai langsung oleh Indikator Politik Indonesia.

Survei terhadap 1.200 responden dilakukan melalui telepon karena dalam negeri sedang pandemi Covid-19.

Adapun margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Sama dengan survei Voxpopuli 

Sebelumnya, temuan survei yang dilakukan Voxpopuli Research Center menunjukkan elektabilitas Ganjar juga melesat.

Ganjar Pranowo melesat dari 15,6 persen menjadi 17,6 persen, atau naik 2,0 persen.

Dengan kenaikan itu, posisi Ganjar kini telah menyalip Prabowo dengan selisih tipis 0,5 persen.

“Ganjar berhasil mengungguli Prabowo, memastikan posisi Ganjar sebagai penantang kuat jika Prabowo maju calon presiden pada Pemilu 2024,” kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, Senin (5/10/2020).

Kenaikan elektabilitas Ganjar paralel dengan kepala daerah lain, yaitu gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Seperti halnya Ganjar, elektabilitas Kang Emil juga melesat dari sebelumnya 10,6 persen menjadi 13,2 persen, atau naik 2,6 persen,” kata Dika.

Menurut Dika, pertarungan menuju 2024 sekarang dikuasai tokoh-tokoh berlatar belakang kepala daerah.

Selain Prabowo, penurunan elektabilitas juga dialami oleh mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno, dari 9,3 persen menjadi 8,5 persen.

Di sisi lain, dinamika antara kepala daerah pun terjadi, mana Ganjar dan Kang Emil paling diunggulkan.

Sedangkan tokoh-tokoh lain seperti Anies, Khofifah, dan Risma mengalami penurunan elektabilitas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun dari 11,3 persen menjadi 9,4 persen, atau turun 1,8 persen.

Sedangkan gubernur Jawa Timur Khofifah turun dari 6,4 persen menjadi 5,6 persen dan walikota Surabaya Tri Rismaharini turun dari 5,1 persen menjadi 3,8 persen.

Selain nama-nama tersebut, ada pula ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang turun dari 3,0 persen menjadi 2,1 persen.

Lalu Menteri BUMN Erick Thohir dari 3,7 persen menjadi 2,0 persen, sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD dari 1,1 persen naik tipis menjadi 1,2 persen.

Dinamika antara tokoh nasional dan kepala daerah ditengarai terjadi seiring kemunculan tokoh-tokoh baru.

Sejumlah nama yang sebelumnya hanya meraih elektabilitas di bawah 1 persen kini mewarnai bursa capres.

“Bahkan ada nama yang sama sekali tidak muncul pada survei sebelumnya, yaitu Plt ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha, memimpin dengan elektabilitas mencapai 2,3 persen,” kata Dika.

Nama-nama lain adalah ketua DPR Puan Maharani (0,4 persen-1,7 persen), mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti (0,3 persen-1,5 persen), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (0,2 persen-1,1 persen), dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (0,1 persen-1,0 persen). 

Menurut Dika, peta elektoral terbaru ini menunjukkan dinamika yang menarik.

Tetapi semua akan tergantung perkembangan berikutnya, dukungan partai politik, dan presidential threshold.

Sementara itu masih ada nama-nama lain (1,4 persen) dan tidak tahu/tidak jawab (10,5 persen).

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 11-20 September 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(Tribunnews.com/Seno Tri)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Survei Indikator: Ganjar Kalahkan Prabowo dan Anies Jika Pilpres Dilaksanakan Sekarang"

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved