Badak Lampung FC
Tim Badak Lampung FC Diliburkan, Saepulloh Maulana: Mungkin Ini Langkah Terbaik
Saepulloh Maulana mengatakan mungkin keputusan tersebut adalah langkah yang terbaik yang di ambil oleh tim manajemen Badak Lampung FC.
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Muhammad Hardiansyah Kusuma
TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mulai pekan ini kegiatan latihan atau kegiatan tim skuat Badak Lampung FC diliburkan tanpa adanya waktu kapan akan dipanggil kembali, sebelum adanya kepastian kompetisi Liga 2 Indonesia.
Menanggapi diliburkannya para pemain tersebut kapten skuad Badak Lampung FC Saepulloh Maulana mengatakan mungkin keputusan tersebut adalah langkah yang terbaik yang di ambil oleh tim manajemen Badak Lampung FC.
"Mungkin ini langkah yang terbaik yang diambil oleh tim," kata Saepulloh Maulana, Senin (26/10/2020).
Karena menurut Saepuloh dirinya beserta pemain yang lain latihan tanpa adanya kejelasan kompetisi kapan akan berjalan pelatih juga akan sulit untuk menentukan program.
"Karena kita latihan juga kalo tidak ada kepastian kapan mulainya, saya kira pelatih juga akan kesulitan menentukan program," kata Saepulloh.
Baca juga: Kompetisi Liga 2 2020 Belum Jelas, Pemain Badak Lampung FC Diliburkan
Baca juga: Pemain Badak Lampung FC Crismon Gustav Wombaibabo Hobi Mancing di Laut Lepas
"Dan kita juga pemain sudah di titik jenuh, latihan terus tanpa kejelasan kompetisi," sambung Saepulloh.
Saepulloh mengatakan setelah dilibukan dirinya akan pulang ke kampung halaman. "Iya pulang kampung libur panjang," kata Saepulloh.
Ke depan ia berharap semoga Liga dapat berlanjut dan tim kembali berlatih.
"Iya harapanya tentu mudah-mudahan bisa berlanjut, yang sengaja di tonton orang aja sudah dibuka kayak bioskop kenapa hanya sepak bola yang dilarang. Sudah dengan protokol kesehatan yang ketat dan semuanya terlibat," kata Saepulloh.
Sementara Ikfanul Alam enggan berkomentar terkait hal tersebut.
"Coba tanya ke kapten aja, saya nggak mau komentar soal itu," kata Alam.
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Hardiansyah Kusuma)