Tribun Lampung Utara

Warga Binaan Harumkan Nama Lapas Kotabumi, Napi Kasus Narkoba Sabet Juara 2 Mural Competition

Melalui keterampilan tangannya, melukis mural, Ia menyulap dinding menjadi sebuah nilai seni yang indah dengan melukis dua gajah.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Anung
Hasil karya Yogi Pratama Gambar 2 Gajah yang mendapatkan juara 2 Tingkat Provinsi Lampung. Warga Binaan Harumkan Nama Lapas Kotabumi, Napi Kasus Narkoba Sabet Juara 2 Mural Competition 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Di balik jeruji besi, tidak membuat seseorang surut dalam berkreasi.

Terbukti Yogi Pratama Napi kasus narkoba yang sudah menjalani hukuman satu tahun, mengharumkan Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara.

Melalui keterampilan tangannya, melukis mural, Ia menyulap dinding menjadi sebuah nilai seni yang indah dengan melukis dua gajah, di sebuah perlombaan, dalam kegiatan Menyongsong perayaan Hari Dharma Karyadhika Tahun 2020 Tingkat Provinsi Lampung.

Lukisan tersebut, membuat para juri terkagum-kagum, sehingga hasil karya Yogi Pratama mendapatkan juara 2 di perlombaan Mural Competition diselenggarakan di UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung yang diikuti 20 Grup, perwakilan dari daerah yang tersebar di Provinsi Lampung.

Perlombaan yang ditandingkan ialah lukisan 3D tersebut berlangsung selam 3 hari, dari rabu 21 hingga Jumat 23 Oktober 2020, dengan mempersiapkan tembok-tembok yang disediakan panitia untuk dilukis peserta lomba.

Atas prestasi yang diperoleh oleh salah satu warga binaan yang diasimilasi mewakili Kabupaten Lampung Utara, mengikuti perlombaan tersebut mendapat apresiasi Kalapas Kelas IIA Kotabumi, Endang Lintang Hardiman.

Dirinya bangga dengan pencapain yang didapat warga binaan.

Tentunya ini sebagai cambuk untuk kawan-kawan pegawai dan para warga binaan dan masyarakat Lampung Utara, untuk tidak berdiam diri dalam hal yang positif.

“Untuk dapatkan hasil yang maksimal, tentunya ada usaha yang diperbuatnya,” ujar Dia, Selasa 3 November 2020.

Ini terlihat dari kegigihan napi, yang diketahi keterbatasannya tidak memudarkan dirinya untuk melakukan hal yang indah, membuat mata orang terbuka.

“Ini yang saya terapkan juga di Lapas Kotabumi dengan cara memanusiakan manusia, artinya memberikan ruang mereka untuk berkreasi sesuai kemampuan dan kita berikan bimbingan juga sesuai peraturan yang berlaku,” tukasnya. (Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved