Kasus Corona di Lampung
Covid-19 di Bandar Lampung Tembus Angka 1.033, Kadiskes Beri Penjelasan
Dari laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung per 7 November 2020, kasus Covid-19 di Kota Tapis Berseri telah mencapai 1.03
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id V Soma Ferrer
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Angka konfirmasi Covid-19 di Bandar Lampung terus mengalami penambahan setiap harinya.
Dari laporan harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung per 7 November 2020, kasus Covid-19 di Kota Tapis Berseri telah mencapai 1.033.
Dimana sehari sebelumnya kasus konfirmasi Covid-19 Bandar Lampung berada di angka 1.000.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan, masyarakat tidak perlu terlalu merisaukan tingginya angka penambahan kasus harian Covid-19.
Menurutnya, penambahan kasus harian yang tinggi secara berkelanjutan itu akibat dari beberapa orang yang melakukan uji usap atau swab test secara mandiri.
"Itu karena memang banyak orang yang khawatir terpapar Covid, sehingga sebagai langkah antisipatif orang itu melakukan tes swab secara mandiri," kata Edwin, Minggu (8/11/2020).
Baca juga: Pedagang asal Lampung Timur Positif Covid-19, Sempat Liburan ke Pantai
Baca juga: Terjangkit Sepulang dari Palembang, Pasien Covid-19 di Bandar Lampung Meninggal Dunia
"Ini bisa saja terjadi karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan tracing secara mandiri pula," sambungnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan tes swab secara mandiri itu tidak dipermasalahkan.
Namun, asalkan yang bersangkutan berkenan mengikuti langkah tindak lanjut yang telah ditentukan bila tes menunjukan hasil positif.
Kemudian, masih kata Edwin, pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 terus berupaya mencegah penularan dengan 3T.
"Testing, tracing, dan treatment terus kami lakukan. Termasuk kepada pasien positif hasil swab mandiri," ungkapnya.
Untuk diketahui, per laporan 7 November kemarin, Bandar Lampung masih dideskripsikan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 dengan jumlah kasus konfirmasi sebanyak 1.033.
Rinciannya, 519 orang dinyatakan selesai isolasi dan 57 orang meninggal dunia.
Sementara selebihnya masih menjalani isolasi. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)