Breaking News:

Pilkada Bandar Lampung 2020

Dapat Teguran KPU Bandar Lampung, Yuhadi Sebut Akun Bukan Milik Johan Sulaiman

Johan Sulaiman diduga melakukan kampanye di media sosial sebelum waktunya, dan bukan pada akun resmi yang didaftarkan di KPU Bandar Lampung.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Romi
Ketua Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut 01 Rycko Menoza-Johan Sulaiman, Yuhadi. Dapat Teguran KPU Bandar Lampung, Yuhadi Sebut Akun Bukan Milik Johan Sulaiman 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Calon Wakil Wali Kota Bandar Lampung Nomor Urut 01 Johan Sulaiman mendapat sanksi teguran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung.

Hal itu sesuai Surat KPU Bandar Lampung Nomor: 825/PY.02.1-SD/1871/KPU-Kot/XI/2020 tertanggal 7 November 2020. Surat teguran kepada Johan Sulaiman merupakan tindak lanjut dari Surat Ketua Bawaslu Bandarlampung Nomor: 266/K.LA-14/PM.05.02/XI/2020 tertanggal 3 November 2020 perihal Penerusan Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilihan.

Johan Sulaiman diduga melakukan kampanye di media sosial sebelum waktunya, dan bukan pada akun resmi yang didaftarkan di KPU Bandar Lampung.

Komisioner KPU Bandar Lampung Koordinator Divisi Hukum Robiul, membenarkan sanksi teguran akibat ihwal tersebut.

“Sanksinya penurunan materi sosialisasi di akun yang dipermasalahkan dan sosialisasi pada akun resmi yang sudah didaftarkan di KPU,” kata Robiul, Selasa (10/11/2020).

Sementara Ketua Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut 01 Rycko Menoza-Johan Sulaiman, Yuhadi membenarkan teguran KPU kepada Johan Sulaiman.

Teguran itu terkait kampanye media sosial diluar jadwal yang ditetapkan dan itu sesuai PKPU No 10 Tahun 2020 tentang tahapan jadwal dan program Pilkada Serentak 2020.

"Kami sudah mendapatkan surat teguran KPU Bandar Lampung, isinya tidak boleh lagi berkampanye di media sosial yang berbayar, kemudian yang kedua gunakan akun resmi yang didaftarkan di KPU,” kata Yuhadi.

Kendati demikian, kata Yuhadi, akun media sosial atas nama Johan Sulaiman tersebut bukan akun resmi yang didaftarkan ke KPU.

Kata dia, akun dibuat oleh salah satu simpatisan yang tidak memahami regulasi atau undang-undang.

"Jadi bukan akun Pak Johan, bukan Pak Rycko, dan bukan tim. Sejak sudah ditetapkan oleh Bawaslu, akun itu sudah ditutup, kalau tidak itu pelanggaran. Karena itu akun berbayar,” sebut Yuhadi. (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved