Badak Lampung FC
Libur Ala Bek Badak Lampung Saepulloh Maulana, Eks Persib Bandung Urus Bisnis Pakaian
Kapten Badak Lampung FC Saepulloh Maulana, memanfaatkan waktu libur kompetisi Liga 2 2020 untuk pulang ke kampung halamannya di Jawa Barat.
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id M Hardiansyah Kusuma
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kapten Badak Lampung FC Saepulloh Maulana, memanfaatkan waktu libur kompetisi Liga 2 2020 untuk pulang ke kampung halaman di Jawa Barat.
Selama di rumah, tepatnya di Desa Cinangneng, Kecamatan Tejolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Saepulloh sibuk berbisnis pakaian.
Eks Persib Bandung tersebut juga membantu sang istri momong buah hatinya yang masih bayi.
Pemain yang direkrut Badak Lampung pada 2019 tersebut, sudah menjalankan bisnis jersey sepak bola sejak dua tahun terakhir.
"Iya banyak aktivitas selama libur kalau di rumah."
Baca juga: Sosok Daryono di Mata Pemain Badak Lampung FC, Aldino: Sering Jamaah Subuh Bareng di Masjid
Baca juga: Tim Badak Lampung FC Diliburkan, Saepulloh Maulana: Mungkin Ini Langkah Terbaik
"Momong anak yang masih bayi, lalu ngurus dan kontrol bisnis Fusa Apparel, sama ngurus kolam ikan juga sama mertua," kata Saepulloh Maulana kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (15/11/2020).
Selain itu, Saepulloh juga berencana mengikuti pelatihan kepelatihan lisensi C AFC.
Saepulloh mengatakan, pelatihan tersebut diikutinya karena waktu yang pas sedang libur kompetisi.
Pemain belakang tersebut berencana menjadi pelatih sepak bola pascapensiun sebagai pemain kelak.
"Mulai 16 November sampai 29 November 2020, saya ikut pelatihan lisensi C AFC, untuk ke depannya nanti (jadi pelatih sepak bola), kebetulan waktunya pas," ungkap Saepulloh Maulana.
Saepulloh mengaku, tetap melakukan latihan seperti biasanya bersama tim SSB dan juga tim Fusa Apparel, bisnis clothing miliknya.
"Cuma nggak setiap hari, karena ada kegiatan lain, tapi tetap jaga kondisi."
"Terkadang gowes juga, sepedaan keliling kampung, biasanya dua kali seminggu, 20 sampai 30 kilometer rutenya," tandas Saepulloh Maulana.
(Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma)